Perayaan HUT RI Ke-81: Monas Siapkan Layar Imersif untuk Masyarakat
Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat siap menjadi lokasi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...
Sebagai salah satu platform media sosial paling berpengaruh di dunia, X (sebelumnya Twitter) menjadi pusat informasi real-time bagi jutaan pengguna. Media sosial ini berdiri sejak tahun 2006 dan telah mengalami perubahan besar-besaran seiring waktu, termasuk transformasinya di bawah kepemimpinan Elon Musk.
Pada awal era Twitter (2007-2010), ilustrasi seekor paus yang diangkat oleh delapan burung kecil sangat familiar pada pengguna. Hal ini terjadi karena Twitter pada saat itu kesulitan menangani volume traffic yang meledak secara eksponensial, terutama saat ada acara besar seperti Piala Dunia atau pengumuman penting global.
Pertumbuhan pengguna yang eksponensial menyebabkan kerusakan pada infrastruktur digital. Twitter yang awalnya dibangun menggunakan Ruby on Rails tidak dapat menangani volume traffic seperti itu. Penyebab utama gangguan pada era ini adalah kemampuan systemnya yang tidak mampu menangani volume traffic yang sangat masif.
Berikut adalah beberapa kejadian penting yang pernah menghantui platform ini berdasarkan data historis:
Secara teknis, ada beberapa faktor fundamental yang sering menjadi pemicu tumbangnya layanan X: kelebihan beban (overload), penutupan pusat data utama di Sacramento, dan perubahan kebijakan API yang membatasi jumlah cuitan yang dapat dibaca pengguna (rate limiting).
Selain itu, lonjakan permintaan data ke server juga dapat menyebabkan kerusakan. Hal ini dapat terjadi ketika permintaan data ke server melebihi kapasitas bandwidth atau kemampuan pemrosesan database pada saat yang bersamaan.
Namun, X tidak pernah menyerah! Setelah akuisisi by Elon Musk pada akhir tahun 2022, X mengalami serangkaian perubahan struktural yang meningkatkan stabilitas platform.
Dalam beberapa tahun terakhir, platform ini telah mengalami beberapa gangguan teknis akibat perubahan kebijakan API dan limitasi jumlah cuitan yang dapat dibaca pengguna. Namun, perusahaan ini telah berusaha meningkatkan stabilitas dan kinerjanya.
Melansir beberapa sumber, berikut penuturan dari Elon Musk: "X akan terus berusaha meningkatkan kinerja dan stabilitas platform, kami berkomitmen untuk menjaga X sebagai pusat informasi real-time terpercaya bagi jutaan penggunanya."
Catatlah sejarah langka X berdasarkan kejadian besar dan penyebab utama Media Indonesia