Cinema XXI Mencapai Titik Puncak dalam Menggunakan Dana IPO Rp217 Triliun
Cinema XXI Mencapai Titik Puncak dalam Menggunakan Dana IPO Rp217 Triliun
Liputan6.com, Jakarta - Apple telah memperbarui daftar produk lawas dan memasukkan iPhone X serta MacBook Pro 2018 ke dalam daftar. Ini berarti bahwa kedua perangkat ini telah dipindahkan dari kategori klasik ke kategori usang. Perubahan ini menandakan bahwa Apple tidak lagi menyediakan layanan perangkat keras dan pusat perbaikan tidak bisa memesan suku cadang asli untuk kedua perangkat ini.
Berdasarkan pembaruan pada dokumen dukungan resmi Apple, kedua perangkat ini resmi berpindah dari daftar klasik menjadi usang. Seperti yang dijelaskan Apple, Mereka tidak lagi memberikan layanan perangkat keras dan pusat perbaikan juga tidak bisa memesan suku cadang asli lagi. Apple mengklaim bahwa produk dapat menjadi usang lebih dari tujuh tahun setelah Apple berhenti mendistribusikan perangkat untuk dijual.
Sementara itu, daftar produk klasik mencakup perangkat yang hanya akan dilayani selama suku cadangnya masih tersedia. Apple mengkategorikan produk klasik jika distribusi penjualan perangkat sudah dihentikan lebih dari lima tahun, tetapi belum mencapai tujuh tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Apple telah mengidentifikasi produk yang telah ketinggalan zaman dan tidak lagi layak untuk dijual.
iPhone X telah tidak mendapatkan pembaruan iOS lagi semenjak hadirnya iOS 17, sehingga perangkat ini bertahan di iOS 16, dengan versi pembaruan keamanan terakhir di iOS 16.7.16. Selain itu, MacBook Pro 2018 terbatas pada macOS Sequoia dengan versi macOS 15.7.7. Hal ini menunjukkan bahwa kedua perangkat ini telah jauh berada di belakang garis depan teknologi.
Di sisi lain, menjelang peluncuran lini iPhone 18 Pro dan Pro Max yang kian dekat, rumor mengenai opsi warna baru kembali menjadi perbincangan hangat. Setelah sukses besar lewat warna Cosmic Orange pada seri iPhone 17 Pro, raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) ini dikabarkan bakal mengusung nuansa merah tua (dark cherry red) sebagai warna unggulan (hero color) generasi terbarunya.
Berdasarkan unggahan pembocor informasi (leaker) bernama Fixed Focus Digital di platform Weibo pada 10 Agustus 2026, sempat beredar dua varian merah yang diuji coba Apple: merah burgundy yang lebih terang dan varian yang lebih gelap. Mengutip Apple Insider, Kamis (13/8/2026), sang pembocor mengklaim bahwa varian bernuansa gelap dengan sedikit sentuhan keunguan mirip buah ceri adalah opsi akhir yang dipilih Apple.
Meski rekam jejak pembocor di Weibo kerap naik-turun, rumor kali ini memiliki dasar yang cukup kuat karena selaras dengan laporan dari berbagai sumber industri dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini juga dinilai wajar karena Apple tidak asing dengan nuansa warna tersebut. Pada November 2025, Apple sempat merilis jajaran aksesori resmi yang dibalut dalam warna Dark Cherry.
Analisis menunjukkan bahwa perubahan ini tidak hanya mencakup kedua perangkat, tetapi juga menunjukkan kebijakan Apple akan teknologi masa depan. Apple telah memutuskan untuk mengembangkan perangkat yang lebih modern dan efektif, sehingga tidak lagi menyediakan layanan untuk perangkat lawas. Hal ini dapat dilihat dari laporan bahwa Apple telah memperbarui daftar produk lawas dan memasukkan iPhone X serta MacBook Pro 2018 ke dalam daftar.
Ke depan, analisis menunjukkan bahwa perubahan ini akan mempengaruhi konsumen yang telah menggunakan kedua perangkat ini. Mereka harus memulai dengan membeli perangkat baru yang lebih modern dan efektif. Selain itu, perubahan ini juga akan mempengaruhi pasokan suku cadang untuk kedua perangkat ini.
Terlebih lagi, perubahan ini juga akan mempengaruhi industri teknologi di seluruh dunia. Perangkat lawas seperti iPhone X dan MacBook Pro 2018 tidak lagi layak untuk dijual, sehingga perusahaan lain harus beradaptasi dengan perubahan ini. Mereka harus mencari cara untuk mengembangkan perangkat yang lebih modern dan efektif.
Ke depan, analisis menunjukkan bahwa perubahan ini akan mengarah pada perkembangan teknologi yang lebih cepat. Perusahaan lain akan berusaha untuk mengembangkan perangkat yang lebih modern dan efektif, sehingga tidak lagi menyediakan layanan untuk perangkat lawas. Hal ini akan memicu persaingan yang lebih sengit di industri teknologi.
Dalam beberapa bulan ke depan, kita akan melihat bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi konsumen, pasokan suku cadang, dan perusahaan teknologi. Analisis menunjukkan bahwa perubahan ini akan mengarah pada perkembangan teknologi yang lebih cepat.
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Masuk Daftar Produk Lawas, Apa Dampaknya? - Liputan6.com