Kembali ke Beranda

Rehan/Gloria Terhenti di China Open 2026: Fokus Evaluasi Faktor Nonteknis

23 Juli 2026 18:03
Redaksi trend.proAktif.id
Rehan/Gloria Terhenti di China Open 2026: Fokus Evaluasi Faktor Nonteknis

Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, harus menyudahi langkah mereka di turnamen China Open 2026. Mereka mengakui bahwa masalah adaptasi dengan kondisi lapangan yang tidak berjalan mulus diakui menjadi faktor utama kegagalan mereka melaju lebih jauh. Berlaga di babak 16 besar yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Rehan/Gloria kalah dalam dua gim langsung dengan skor telak 8-21 dan 14-21.

Gloria Emanuelle Widjaja mengungkapkan bahwa kendala nonteknis, terutama kondisi angin di dalam arena, menjadi tantangan berat yang gagal mereka antisipasi dengan baik. Gloria menuturkan bahwa hari ini apa yang mereka pikirkan dan ekspektasikan malah berbeda kenyataannya di lapangan, terutama mengenai kondisi angin. Faktor nonteknis itu yang harus diperbaiki di Taipei Open minggu depan. Gloria berharap bahwa mereka dapat belajar dari pengalaman ini dan meningkatkan kualitas permainan mereka.

Senada dengan rekannya, Rehan Naufal Kusharjanto mengakui bahwa lawan yang merupakan unggulan ketiga turnamen tersebut tampil sangat solid. Menurutnya, Christiansen/Boje tengah berada dalam tren positif yang membuat mereka sangat percaya diri di lapangan. Rehan menuturkan bahwa lawan sedang dalam performa yang sangat baik akhir-akhir ini, terasa sangat percaya diri dengan semua pola yang mereka mainkan. Sementara mereka kurang tenang, yang membuat mereka tidak dapat mengeluarkan potensi terbaik mereka.

China Open 2026 sendiri menjadi momen kembalinya Rehan/Gloria ke sirkuit internasional setelah sempat absen dalam beberapa turnamen BWF. Penampilan terakhir mereka tercatat pada Australia Open 2026 yang berlangsung Juni lalu. Meskipun harus tersingkir, pasangan ini menjadikan hasil di Changzhou sebagai pelajaran berharga untuk menatap turnamen berikutnya. Rehan/Gloria dijadwalkan akan kembali bertanding di Taiwan Open 2026 yang akan mulai bergulir pada akhir Juli mendatang.

Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja telah menunjukkan kemampuan dan potensi mereka dalam beberapa turnamen sebelumnya. Mereka telah berhasil mencapai beberapa final dan memenangkan beberapa gelar. Namun, mereka masih perlu meningkatkan kualitas permainan mereka dan memperbaiki beberapa kelemahan untuk dapat bersaing dengan pasangan-pasangan top dunia.

Salah satu kelemahan Rehan/Gloria adalah kurangnya pengalaman dalam menghadapi pasangan-pasangan top dunia. Mereka perlu lebih banyak bermain melawan pasangan-pasangan kuat untuk dapat meningkatkan kualitas permainan mereka. Selain itu, mereka juga perlu memperbaiki kemampuan mereka dalam mengantisipasi kondisi lapangan yang berbeda-beda.

Rehan/Gloria telah menunjukkan kemampuan dan potensi mereka dalam beberapa turnamen sebelumnya. Mereka telah berhasil mencapai beberapa final dan memenangkan beberapa gelar. Namun, mereka masih perlu meningkatkan kualitas permainan mereka dan memperbaiki beberapa kelemahan untuk dapat bersaing dengan pasangan-pasangan top dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, bulu tangkis Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Beberapa pemain muda telah muncul dan menunjukkan kemampuan mereka dalam beberapa turnamen internasional. Rehan/Gloria adalah salah satu pasangan yang telah menunjukkan kemampuan dan potensi mereka dalam beberapa turnamen sebelumnya.

Untuk dapat mencapai kesuksesan di level internasional, Rehan/Gloria perlu terus meningkatkan kualitas permainan mereka dan memperbaiki beberapa kelemahan. Mereka perlu lebih banyak bermain melawan pasangan-pasangan top dunia untuk dapat meningkatkan kualitas permainan mereka. Selain itu, mereka juga perlu memperbaiki kemampuan mereka dalam mengantisipasi kondisi lapangan yang berbeda-beda.

Dalam beberapa tahun terakhir, bulu tangkis Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Beberapa pemain muda telah muncul dan menunjukkan kemampuan mereka dalam beberapa turnamen internasional. Rehan/Gloria adalah salah satu pasangan yang telah menunjukkan kemampuan dan potensi mereka dalam beberapa turnamen sebelumnya. Mereka telah menjadi harapan baru bagi bulu tangkis Indonesia untuk dapat mencapai kesuksesan di level internasional.

Ringkasan

Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, terhenti di China Open 2026. Mereka fokus evaluasi faktor nonteknis.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru