Kembali ke Beranda

Pernyataan Lengkap Ajudan Danrem Pamungkas Minta Maaf soal Cekcok Maraton Jogja

22 Juni 2026 20:30
Redaksi trend.proAktif.id
Pernyataan Lengkap Ajudan Danrem Pamungkas Minta Maaf soal Cekcok Maraton Jogja

Berikut adalah ringkasan lengkap tentang peristiwa cekcok antara ajudan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan marshal di Mandiri Jogja Maraton (MJM) yang berakhir damai. Ajudan bernama Serda Ainul Yaqin itu menyampaikan permintaan maaf.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (21/6) kemarin, ketika Serda Ainul ditarik karena tidak mengenakan BIB atau identitas pelari di dalam trek maraton. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB, Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dengan tulus saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas, dan relawan, serta para peserta yang terdampak oleh kejadian ini.

Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terimakasih atas kritik dan masukan yang diberikan.

Dalam video tersebut, berdiri marshal yang sempat menarik Serda Ainul. Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan saling berpelukan. Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan, dan saya juga mengganggap masalah ini telah selesai, terimakasih.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman. Nomor BIB yang semula dipakai ajudan disebut terlepas. Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas.

Latar belakang peristiwa cekcok ini adalah kesalahan ajudan Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dalam mengenakan BIB atau identitas pelari di dalam trek maraton. Peristiwa tersebut menimbulkan kesalahpahaman antara ajudan dengan marshal MJM, yang akhirnya berakhir damai dengan permintaan maaf dari ajudan.

Analisis peristiwa ini menunjukkan bahwa kesalahan ajudan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan konflik. Namun, dengan permintaan maaf yang tulus, peristiwa tersebut dapat selesai dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengamanan dalam acara maraton. Dengan pengawasan yang ketat, dapat dihindari kesalahan dan kesalahpahaman yang timbul.

Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi dan kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam acara maraton. Dengan komunikasi yang efektif, dapat dihindari kesalahpahaman dan konflik yang timbul.

Mengenai masa depan, peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi ajudan dan marshal MJM untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan dalam acara maraton. Dengan demikian, dapat dihindari kesalahan dan kesalahpahaman yang timbul di masa depan.

Ringkasan

Pernyataan Lengkap Ajudan Danrem Pamungkas Minta Maaf soal Cekcok Maraton Jogja detikcom

Sumber: detik.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru