Gelombang Semarak HUT RI ke-81, Warga Rela Membuat Tenda Darurat di Monas Demi Saksikan Pesawat Tempur
Gelombang Semarak HUT RI ke-81, Warga Rela Membuat Tenda Darurat di Monas Demi Saksikan Pesawat...
Islam Makhachev telah membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung terbaik di Ultimate Fighting Championship (UFC) ketika ia berhasil mengalahkan Ian Garry dalam pertarungan sengit di UFC 330. Pertarungan ini berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, pada Minggu, 16 Agustus 2026, dan berakhir dengan kemenangan Islam melalui keputusan bersama dari tiga juri. Skor akhir pertarungan ini adalah 49-46, 49-46, dan 48-47, semua menguntungkan Islam Makhachev.
Pertarungan ini merupakan ujian besar bagi Islam, yang harus bekerja keras untuk menghadapi perlawanan sengit dari Ian Garry sepanjang lima ronde. Sejak ronde pertama, Islam beberapa kali melepaskan tendangan kaki dan kepala serta mencoba membawa Garry ke bawah melalui double leg takedown, tetapi Garry berhasil bertahan dengan baik di dekat pagar oktagon. Pertarungan ini menunjukkan ketangguhan dan strategi yang baik dari kedua petarung.
Memasuki ronde kedua, Garry tampil lebih agresif, namun Islam menemukan momen penting ketika tendangan kepalanya berhasil mengenai Garry, membuatnya terjatuh sebelum akhirnya berhasil ditakedown. Islam kemudian berusaha mencari kuncian dari posisi di tanah, tetapi Garry menunjukkan pertahanan yang solid dan mampu lolos dari upaya submission tersebut. Ini menunjukkan betapa sulitnya mengalahkan Garry, yang memiliki kemampuan pertahanan yang luar biasa.
Ronde ketiga menjadi ujian lain bagi Islam, di mana ia kembali mendapatkan takedown, tetapi Garry mampu bangkit dan mulai mengandalkan kombinasi tendangan ke tubuh serta kepala, termasuk oblique kick yang membuat Islam kesulitan. Pertarungan ini semakin sengit dan menegangkan, dengan kedua petarung memberikan yang terbaik mereka. Dalam beberapa kesempatan, Islam terlihat kesulitan menghadapi perlawanan Garry, tetapi kemampuan dan pengalaman Islam membantunya untuk tetap fokus dan mengambil keputusan yang tepat.
Pada ronde keempat, Islam dua kali berhasil menjatuhkan Garry, tetapi ketika pertarungan berlangsung dalam posisi clinch, Garry mampu memberikan perlawanan melalui pukulan-pukulan jarak dekat hingga wajah Islam mengalami luka. Keberanian dan ketahanan Garry membuat pertarungan ini semakin menarik dan sulit diprediksi. Meskipun mengalami luka, Islam tetap bertekad untuk meraih kemenangan dan mempertahankan gelarnya.
Memasuki ronde terakhir, Garry mencoba mengambil kendali sejak awal, namun Islam merapatkan jarak, mendapatkan takedown, dan kembali mencari peluang submission, tetapi Garry tetap mampu bertahan sampai bel akhir berbunyi. Kemenangan ini tidak saja memastikan Islam mempertahankan sabuk juara kelas welter, tetapi juga mencatatkan sejarah baru di UFC dengan 17 kemenangan beruntun, melewati rekor Anderson Silva yang sebelumnya mencatat 16 kemenangan berturut-turut.
Islam Makhachev tidak terkalahkan sejak 2016, dan dalam rentetan 17 kemenangan tersebut, ia berhasil mengoleksi sabuk juara UFC di kelas ringan dan welter. Dari 17 kemenangan itu, tujuh diraih melalui keputusan bersama dan tujuh lainnya lewat submission, sedangkan tiga kemenangan sisanya diperoleh melalui TKO. Ini menunjukkan betapa dominannya Islam di oktagon dan kemampuannya untuk menyesuaikan strategi pertarungan sesuai dengan lawannya.
Secara keseluruhan, Islam kini memiliki rekor 29 kemenangan dan satu kekalahan dalam karier MMA-nya. Pada usia 34 tahun, ia pun belum menunjukkan tanda-tanda ingin meninggalkan oktagon, dan dengan kemenangan ini, ia semakin mempertegas namanya dalam sejarah UFC. Dalam sebuah pernyataan, Islam menyatakan bahwa jika ia mencapai 20 kemenangan beruntun, maka rekor itu akan sangat sulit untuk dikejar oleh petarung lainnya.
Kemenangan atas Garry membuat Islam Makhachev mencetak sejarah baru di UFC dan memperkuat posisinya sebagai salah satu petarung terbaik di dunia. Pertarungan ini juga menunjukkan bahwa Islam memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan tetap unggul dalam berbagai situasi, yang merupakan kunci utama dari keberhasilannya dalam dunia MMA.
Menarik untuk melihat bagaimana Islam akan melanjutkan rentetan kemenangannya di masa depan dan apakah ada petarung lain yang bisa menghentikannya. Untuk saat ini, Islam Makhachev tetap menjadi yang terbaik, dan kemenangannya atas Ian Garry di UFC 330 akan dikenang sebagai salah satu momen paling penting dalam karier MMA-nya.
Islam Makhachev mencatatkan sejarah baru di UFC 330 setelah mengalahkan Ian Garry dan mempertahankan gelar juara kelas welter