Kembali ke Beranda

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.211, Saham BBCA hingga BBRI Naik

20 Juli 2026 09:44
Redaksi trend.proAktif.id
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.211, Saham BBCA hingga BBRI Naik

KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (20/7/2026), setelah sebelumnya mengalami penurunan pada beberapa hari sebelumnya. Hal ini terjadi karena investor semakin berminat untuk memasuki pasar saham, terutama di kawasan Asia. Pada awal sesi, pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.191,04 hingga 6.215,431.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sekitar pukul 09.01 WIB, IHSG hari ini berada di level 6.211 atau naik 0,57 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Aktivitas perdagangan mulai ramai dengan volume transaksi mencapai 365,238 juta saham senilai Rp 240,896 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 61.245 kali, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.819,002 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang penguatan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,39 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 0,88 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meningkat 1,68 persen. Pergerakan bursa saham Asia pada awal pekan berlangsung bervariasi.

Shanghai Composite menjadi salah satu indeks dengan penguatan terbesar setelah naik 1,09 persen. Indeks Hang Seng juga menguat signifikan sebesar 2,21 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak tipis di zona hijau dengan kenaikan 0,01 persen.

Di sisi lain, pasar saham Jepang dan Korea Selatan berada di zona merah. Indeks Nikkei 225 melemah 4,03 persen, sedangkan Kospi turun 3,77 persen. Adapun Asia Dow terkoreksi 1,04 persen, mencerminkan sentimen investor di kawasan yang masih bergerak beragam pada awal perdagangan pekan ini.

Analisis dari beberapa ahli di bidang keuangan, menunjukkan bahwa penguatan IHSG hari ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: peningkatan investor di kawasan Asia, penurunan suku bunga di beberapa negara, dan kenaikan produksi industri di beberapa negara maju. Selain itu, beberapa perusahaan juga mengumumkan hasil keuangan yang lebih baik daripada yang diharapkan. Dengan demikian, investor semakin berminat untuk memasuki pasar saham.

Bagaimana pun juga, penurunan ini juga menimbulkan beberapa kekhawatiran bagi investor. Beberapa ahli keuangan merekomendasikan agar investor tetap waspada dan tidak terlalu berminat untuk memasuki pasar saham pada saat ini. Mereka juga menyarankan agar investor harus mempertimbangkan lagi strategi investasi mereka dan tidak terlalu berinvestasi dalam pasangan saham tertentu.

Di sisi lain, beberapa perusahaan juga mulai meningkatkan harga saham mereka, terutama di kawasan Asia. Hal ini menandakan bahwa investor semakin yakin bahwa harga saham mereka akan meningkat di masa depan. Dengan demikian, beberapa perusahaan juga mulai meningkatkan harga saham mereka, terutama di kawasan Asia.

Ringkasan

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.211, Saham BBCA hingga BBRI Naik Kompas.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru