Kembali ke Beranda

BMKG: Gempa Susulan di Sulteng 782 Kali Hingga Hari Ketiga Bencana

18 Juni 2026 19:37
Redaksi trend.proAktif.id
BMKG: Gempa Susulan di Sulteng 782 Kali Hingga Hari Ketiga Bencana

Gempa susulan di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 782 kali hingga hari ketiga setelah bencana alam, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan bahwa gempa susulan masih merupakan rangkaian gempa besar magnitudo 6,7 dengan episenter 42 kilometer arah tenggara Kota Palu, kedalaman 10 Kilometer yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor: 300.2.1/199/BPBD-C.ST/2026 tentang penetapan status tanggap darurat bencana gempa bumi berlaku mulai 7 sampai 23 Juni 2026. Status tanggap darurat meliputi wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan jumlah korban meninggal dunia akibat guncangan gempa di Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang, berdasarkan pemutakhiran data kaji cepat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa ketiga korban meninggal dunia seluruhnya teridentifikasi berada di wilayah administratif Kabupaten Sigi, yang menjadi episentrum dampak terparah.

Menurut Abdul Muhari, hingga Kamis pukul 13.51 WIB, korban jiwa terkonfirmasi tiga orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 91 orang luka ringan. Sementara itu dampak kumulatif kebencanaan melanda sedikitnya 2.109 kepala keluarga atau setara 6.412 jiwa.

BMKG mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan tidak panik, lalu selalu memperbaharui perkembangan informasi kegempaan dirilis pemerintah daerah (pemda) maupun otoritas terkait. Djati Cipto Kuncoro mengatakan bahwa BMKG terus melakukan pemutakhiran perkembangan data kegempaan dan menginformasikan kepada masyarakat melalui kanal resmi BMKG maupun pemda setempat.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Pongi, mengatakan bahwa gempa yang mengguncang kabupaten itu memberikan dampak kepada masyarakat. Sejak hari pertama bencana, pemerintah setempat telah melakukan langkah-langkah darurat membantu mengevakuasi warga ke tempat yang aman. Samuel juga mengatakan bahwa pemerintah daerah telah mendirikan posko induk, posko kesehatan maupun dapur umum untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, gempa susulan terus terjadi di Sulawesi Tengah, menyebabkan masyarakat menjadi was-was dan takut. Namun, pemerintah setempat dan tim SAR terus berusaha untuk membantu dan mengevakuasi warga yang terkena dampak gempa. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat tetap tenang dan tidak panik, serta selalu memperbaharui informasi kegempaan dari sumber resmi.

Untuk saat ini, gempa susulan masih terus terjadi di Sulawesi Tengah, dan pemerintah setempat terus berusaha untuk membantu dan mengevakuasi warga yang terkena dampak gempa. Dalam beberapa hari ke depan, diharapkan gempa susulan dapat berkurang dan masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman.

Ringkasan

Gempa susulan di Sulawesi Tengah sebanyak 782 kali hingga hari ketiga setelah bencana alam, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru