Kembali ke Beranda

BMKG: Gempa dangkal kembali mengguncang Sigi

27 Juni 2026 09:32
Redaksi trend.proAktif.id
BMKG: Gempa dangkal kembali mengguncang Sigi

Berikut adalah perincian tentang gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada 26 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa dangkal dengan magnitudo 4,0 yang terjadi pada pukul 20.47 WIB. Gempa ini dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Menurut informasi BMKG, gempa ini merupakan hasil aktivitas Sesar Palolo yang terjadi di area tersebut. Episenter gempa berada pada posisi koordinat 1,26 LS dan 120,31 BT.

Gempa dangkal ini menimbulkan guncangan di Sigi dan Palu dengan skala intensitas II-III MMI. Guncangan dirasakan oleh beberapa orang dan terasa seperti getaran truk berlalu. Meskipun demikian, BMKG melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang signifikan akibat guncangan tersebut. Gempa ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian susulan dari gempa besar sebelumnya yang terjadi pada 16 Juni 2026 dengan magnitudo 6,7.

Berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat, gempa menimbulkan guncangan di Sigi dan Palu. Skala intensitas II-III MMI dianggap relatif kecil dan tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan. Meskipun demikian, BMKG akan terus memantau situasi dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Data yang diterima juga menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan tercatat sebanyak 1.488 kali dengan kekuatan terbesar magnitudo 5,3.

Sejarahnya, gempa bumi di Sulawesi Tengah tidaklah asing bagi penduduk setempat. Pada tahun 2018, gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter meluluhlantakkan beberapa wilayah di Sulawesi Tengah. Dalam peristiwa tersebut, lebih dari 4.300 orang tewas, beberapa ribu orang menghilang, dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan yang berat dan memerlukan waktu lama untuk pemulihan.

BMKG menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi dari pihak berwajar. Hal ini bertujuan untuk menghindari kejadian lainnya yang dapat menimbulkan kerusakan lebih besar. Oleh karena itu, BMKG merekomendasikan agar masyarakat selalu memperhatikan peringatan dan instruksi dari pihak berwenang.

Para peneliti geologi telah menemukan beberapa data geologi yang berkaitan dengan gempa. Mereka menemukan bahwa gempa bumi di Sulawesi Tengah umumnya disebabkan oleh kegiatan tektonik, terutama aktivitas Sesar Palolo. Dalam prosesnya, mereka telah menemukan beberapa laporan geologi yang menunjukkan bahwa gempa bumi di Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah gempa teraktif di Indonesia.

Gempa bumi juga dapat menjadi sumber energi yang potensial. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa peneliti telah mengembangkan teknologi pembaruan untuk mengumpulkan energi kelembaban yang diserap oleh gempa bumi. Meskipun demikian, sumber energi ini masih dalam penelitian lanjutan dan belum cukup kuat untuk digunakan secara luas.

Ringkasan

BMKG: Gempa dangkal dengan magnitudo 4,0 kembali mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. ANTARA News

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru