Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang: Bumi Muda Sedia Pulih dan Bangkit
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang: Bumi Muda Sedia Pulih dan Bangkit — Informasi Terbaru
Eksekusi Hotel Sultan Blok 15 di Gelora Bung Karno (GBK) diwarnai kericuhan hingga massa melemparkan batu dan kayu. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto dan mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen mengalami luka.
Latar belakang peristiwa ini adalah penolakan eksekusi terhadap mantan presiden Soeharto oleh sekelompok orang, termasuk Kivlan Zen. Kivlan Zen berperan sebagai kuasa hukum pihak ahli waris di dalam proses eksekusi ini.
Misalnya saja Soeharto merupakan orang yang sangat berpengaruh di Indonesia, seharusnya ini bisa menjadi pembelajaran besar dari apa yang terjadi di hotel sultan ini. Lalu siapa yang akan di eksekusi, apa yang bisa di eksekusi, dan apa saja yang akan terjadi dengan eksekusi di hotel sultan ini.
Nama-nama dari korban peristiwa ini adalah Kivlan Zen dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto. Lalu, peranan mereka masing-masing apa? Ada apa di seputar keduanya, dan apa yang bisa di analisis dari peran mereka di tengah-tengah peristiwa kericuhan ini.
Faktanya, eksekusi Hotel Sultan ini melibatkan 3.161 personel gabungan untuk pengamanan. Dalam hal ini, ada 26 polisi di antaranya mengalami luka ringan akibat lemparan batu dari massa. Sisanya ada dari TNI dan sipil yang mengalami luka.
Kivlan Zen, mantan Kepala Staf Kostrad, mengatakan dia terluka ketika berupaya bernegosiasi dengan polisi. Ia terkena kawat duri pembatas yang menyebabkan luka di tangannya.
Selain itu, sebanyak 29 personel mengalami luka buntut kericuhan saat eksekusi. Diketahui, proses eksekusi ini melibatkan 3.161 personel gabungan untuk pengamanan.
Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa kericuhan yang terjadi di Hotel Sultan merupakan salah satu contoh dari aksi massa yang berusaha menolak eksekusi. Mereka mencoba untuk memengaruhi keputusan para aparat dengan menggunakan metode-metode agresif.
Berdasarkan fakta di lapangan, terlihat bahwa tidak ada kesempatan untuk berdiskusi yang lebih lanjut di antara para pelaku peristiwa dan aparat yang mengawal eksekusi.
Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka Saat Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan