Kembali ke Beranda

Umat Islam Sambut Peringatan Rebo Wekasan 2026: Tradisi Mendekatkan Dirinya kepada Allah SWT

11 Agustus 2026 15:17
Redaksi trend.proAktif.id
Umat Islam Sambut Peringatan Rebo Wekasan 2026: Tradisi Mendekatkan Dirinya kepada Allah SWT

Peringatan Rebo Wekasan 2026, sebuah momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan ibadah sunnah. Di Indonesia, umat Islam menyambut momentum ini dengan penuh antusiasme. Peringatan Rebo Wekasan, juga disebut Arba Mustakmir, merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, bulan kedua dalam sistem kalender Hijriah.

Di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Cirebon, tradisi ini diisi dengan kegiatan keagamaan dan ziarah wali secara turun-temurun. Di Cirebon, tradisi penolakan bala diselenggarakan di lingkungan pesantren sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dari mara bahaya.

"Living Hadis: Tradisi Rebo Wekasan di Pondok Pesantren MQHS Al-Kamaliyah Babakan Ciwaringin Cirebon," tulis Siti Nurjannah, Peneliti Tradisi Islam. "Berziarah ke makam para wali pada periode ini dipandang sebagai bentuk tawassul."

Pendapat ulama mengenai amalan ziarah dan doa penolak bala pada akhir bulan Safar menegaskan bahwa kegiatan tersebut diperbolehkan selama niatnya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ustaz Abdul Somad, Penceramah, berkata, \"Musibah paling banyak diturunkan pada Rabu terakhir di bulan Safar, itu karena ilham, bukan hadits Nabi SAW."

Terkait pelaksanaan ibadah sholat khusus Rebo Wekasan, Majelis Ulama Indonesia menerangkan aturan baku fikih mengenai ibadah murni. KH Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, mengatakan bahwa sholat tidak dapat diniatkan khusus atas nama Rebo Wekasan karena tidak ada dalil langsung dari Al-Qur'an maupun hadits.

Tepatnya pada Rabu, 12 Agustus 2026, pihak umat Islam akan melaksanakan sholat sunnah absolut sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap ajaran Islam.

"Dalam fikih, ibadah mahdhah bersifat tauqifiyah. Artinya, harus berdasarkan petunjuk dari Al-Qur'an dan sunnah, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelas KH Miftahul Huda.

Masih terkait, di beberapa wilayah tertentu umat Islam melakukan kegiatan-kegiatan pilihan lain, seperti bersedekah untuk melengkapi kewajiban dan menghadirkan kesadaran kemanusiaan. BAZNAS pun memberikan instruksi umat untuk melaksanakan pemberian bantuan kepada mereka yang butuh.

Sebelum melaksanakan ibadah, setiap penganut Islam perlu memastikan niat yang jelas di dalam hatinya. Niat shalat sunah, misalnya, bisa dilakukan dengan lafal ringkas seperti \"Ya Allah SWT, aku niat untuk menunaikan shalat sunah ini karena Engkaulah yang Maha Tahu dan Memahami. Ayo, aku berkeinginan mendekati-Mu, Allah SWT\".

Ringkasan

Peringatan Rebo Wekasan 2026, sebuah momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan ibadah sunnah.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru