Kembali ke Beranda

Ultimatum AHY: Truk ODOL Harus Diberantas Dengan Prioritas Keselamatan

24 Juli 2026 18:36
Redaksi trend.proAktif.id
Ultimatum AHY: Truk ODOL Harus Diberantas Dengan Prioritas Keselamatan

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pemerintah tidak akan mengesampingkan aspek keselamatan dalam upaya menertibkan truk ODOL.

Sebagai informasi, ODOL merujuk pada kendaraan over dimension over load (ODOL) atau truk yang melebihi batas dimensi dan muatan.

Menurut AHY, selama ini terdapat perdebatan antara kebutuhan menekan biaya logistik agar lebih efisien dengan upaya penegakan aturan terhadap kendaraan ODOL.

Namun, ia menilai keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

“Sering kali harus berdebat antara kebutuhan kita untuk melakukan transportasi logistik dengan biaya yang lebih efisien,” ujar AHY dalam acara Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 yang disiarkan secara langsung, dikutip pada Jumat (24/7/2026).

“Tapi di sisi lain, ODOL ini sering kali mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” kata dia lagi.

Ia mengungkapkan, setiap tahun belasan ribu kecelakaan lalu lintas terjadi di Indonesia.

Salah satu penyebab yang menjadi perhatian pemerintah adalah keberadaan kendaraan truk ODOL yang tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga mempercepat kerusakan infrastruktur.

AHY menegaskan, pemerintah saat ini terus melakukan penertiban terhadap kendaraan ODOL sembari berdialog dengan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri dan perusahaan logistik.

Meski demikian, pemerintah memastikan keselamatan tidak akan dikompromikan demi alasan efisiensi biaya angkutan.

“Oleh karena itu sedang kita tertibkan, tentu kita mendengarkan para stakeholders termasuk dari industri dan mereka yang bergerak di bidang logistik,” beber AHY.

“Tetapi pada akhirnya kita ingin memastikan bahwa tidak boleh kita nomor duakan faktor keselamatan di jalan karena fatal dan tidak bisa kita ulangi lagi ketika sudah menjadi korban,” tegasnya.

Selain penegakan aturan, pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi agar pelaku usaha dapat beralih dari kendaraan ODOL menuju armada yang memenuhi standar keselamatan.

Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah pemberian insentif bagi pemilik kendaraan untuk melakukan konversi armada.

AHY mengatakan, pemerintah ingin mendorong kendaraan logistik yang lebih sesuai standar, bahkan mengarah pada penggunaan kendaraan berbasis listrik.

“Oleh karena itu, kita sedang upayakan strategi yang benar-benar bisa mengurangi penggunaan kendaraan ODOL, termasuk memberikan insentif kepada mereka,” ungkap AHY.

Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia.

AHY menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam menertibkan truk ODOL.

Seharusnya, pemerintah tidak hanya fokus pada efisiensi biaya logistik tetapi juga memperhatikan keselamatan pengguna jalan.

Ringkasan

Pemerintah Indonesia menegaskan akan menertibkan truk ODOL dengan prioritas keselamatan dan menyiapkan strategi untuk mendorong penggunaan kendaraan yang memenuhi standar keselamatan.

Sumber: kompas.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru