Hari Pramuka ke-65, Wakil Bupati Bekasi Mendorong Pramuka untuk Membangun Generasi Indonesia 2045
Hari Pramuka ke-65, Wakil Bupati Bekasi Mendorong Pramuka untuk Membangun Generasi Indonesia...
Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI - Insiden kecelakaan maut melibatkan sebuah truk terjadi di simpang Universitas Islam 45 (Unisma), Kota Bekasi, pada Senin (29/6/2026).
Akibat peristiwa nahas ini, tujuh orang menjadi korban, dengan satu di antaranya merupakan pengemudi ojek online (ojol) yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Latar belakang kejadian ini perlu digali untuk dapat memahami fenomena kecelakaan yang terjadi. Berdasarkan informasi awal, kecelakaan ini dipicu oleh kendala teknis pada kendaraan truk yang melintas. Truk besar tersebut diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan menabrak sejumlah pengendara sepeda motor di depannya.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, telah meninjau langsung kondisi para korban yang kini dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD dr. CAM Kota Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan RS Bhakti Kartini.
“Tujuh (korban), satu yang meninggal, enamnya luka-luka,” ujar Harris saat mendatangi RSUD Kota Bekasi, Senin (29/6/2026).
Penanganan dan santunan korban adalah hal yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa terkendala urusan administrasi kependudukan. Harris menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjamin biaya pengobatan dan santunan bagi keluarga korban.
“Insyaallah dari Jasa Raharja juga sudah hadir, begitu juga BPJS Ketenagakerjaan yang akan meng-cover seluruh biaya dan memberikan santunan kepada almarhum korban yang meninggal,” jelasnya.
Hingga saat ini, sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dalam pengawasan medis.
“Luka berat ada satu orang yang masih dirawat. Sekitar tiga orang masih menjalani perawatan, sementara yang lain sudah pulang,” tambahnya.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun pihak Pemerintah Kota Bekasi, kecelakaan tersebut dipicu oleh kendala teknis pada kendaraan truk yang melintas.
Truk besar tersebut diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan menabrak sejumlah pengendara sepeda motor di depannya.
Kecelakaan ini dapat menimbulkan dampak yang luas, baik pada pihak korban, masyarakat, maupun pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian ini untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Tak dapat dipungkiri bahwa insiden kecelakaan ini menyebabkan rasa kejengahan dan kekhawatiran pada masyarakat.
Pihak Pemerintah Kota Bekasi berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian ini.
Truk Mengalami Rem Blong di Simpang Unisma Bekasi, 1 Orang Tewas dan 6 Luka-Luka Tribunnews.com