Kembali ke Beranda

Rekomendasi Saham BBCA, Beli pada Harga Berapa?

20 Juli 2026 07:03
Redaksi trend.proAktif.id
Rekomendasi Saham BBCA, Beli pada Harga Berapa?

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masuk dalam daftar rekomendasi perdagangan untuk Senin (20/7/2026). Sejumlah sekuritas menilai saham perbankan berkapitalisasi besar tersebut masih memiliki potensi penguatan meski sepanjang tahun ini kinerjanya masih berada di zona negatif.

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy untuk saham BBCA. Investor disarankan melakukan akumulasi pada kisaran harga Rp 6.275 hingga Rp 6.475 dengan target jangka pendek di level Rp 6.575.

Level dukungan saham BBCA berada di Rp 6.275, sedangkan resistansi diperkirakan berada di Rp 6.575. Analis menyarankan investor untuk waspada jika harga menembus Rp 6.275, dengan stop loss di level Rp 5.975.

Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), saham BBCA ditutup menguat 4% ke level Rp 6.475. Dalam sepekan terakhir, saham ini naik 4,8%, sedangkan dalam satu bulan menguat 3,19%. Namun, secara year to date (YTD), BBCA masih terkoreksi 19,8%.

Seiring dengan kini, saham ini masih mendapatkan kepercayaan dari investor asing. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan net buy sebesar Rp 139 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 13-17 Juli 2026.

Menurut Kiwoom Sekuritas, BBCA masih merupakan saham yang layak diinvestasikan. Penilaian ini menggunakan kombinasi metode price to book value (P/BV) dan dividend discount model (DDM). Hasil penilaian ini menunjukkan target harga BBCA dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp 8.075 per saham.

Dalam jangka panjang, Kiwoom juga menyebutkan bahwa BBCA masih memiliki risiko seperti tekanan terhadap net interest margin (NIM), pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari perkiraan, serta kondisi ekonomi makro yang berpotensi memengaruhi kinerja perseroan.

Namun, di sisi fundamental, BBCA masih membukukan kinerja yang solid pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat laba bersih Rp 14,7 triliun atau meningkat 3,8% secara year on year maupun dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan laba ditopang peningkatan pendapatan nonbunga serta pengendalian biaya operasional, meski NIM turun menjadi 5,4%. Di sisi penyaluran kredit, BBCA membukukan total kredit sebesar Rp 993,8 triliun atau tumbuh 5,6% secara year on year dan 0,1% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dengan data yang menunjukkan kinerja yang positif, saham BBCA masih layak investasi. Diperkirakan, harga saham ini akan terus naik, tetapi ada juga risiko yang mengancam di masa depan.

Ringkasan

Rekomendasi Saham BBCA, Beli pada Harga Berapa? \u00a0\u00a0BeritaSatu.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru