Kembali ke Beranda

Profil Susanah, Buruh Kupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp 700 Ribu per Kg

15 Agustus 2026 12:48
Redaksi trend.proAktif.id
Profil Susanah, Buruh Kupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp 700 Ribu per Kg

Susanah, seorang buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Ia menjadi salah satu tamu istimewa yang diundang langsung ke Gedung Parlemen dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Jakarta. Hadih hadirinya sebagai representasi nyata dari masyarakat akar rumput yang merasakan langsung manfaat program bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Sebagai seorang ibu tangguh, Susanah setiap hari memeras keringat sebagai buruh pengupas bawang demi menopang perekonomian keluarganya. Ia merasakan langsung manfaat dari dua program utama pemerintah, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Melalui PKH, anak-anak Susanah tetap bisa bersekolah dan mendapatkan akses pendidikan yang layak. Sementara itu, Program Sembako menjadi penopang utama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pokok keluarga sehari-hari.

Kisah Susanah diangkat sebagai cerminan perjuangan masyarakat kecil yang berupaya bangkit dengan intervensi langsung dari program perlindungan sosial negara. Bahkan, kisah perjuangan Susanah sangat inspiratif, namun ada momen unik yang justru membuat namanya meroket di media sosial. Hal ini bermula dari pernyataan Presiden Prabowo saat mengapresiasi kehadiran Susanah di podium parlemen.

"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo dalam pidato resminya. Namun, penyebutan nominal "Rp 700 ribu per kilogram" inilah yang langsung memantik kehebohan warganet.

Publik meyakini telah terjadi kekeliruan data atau salah sebut (slip of the tongue) dalam teks pidato Presiden. Warganet menduga nominal yang sebenarnya adalah Rp 700 per kilogram, sebuah besaran upah yang jauh lebih lazim bagi buruh pengupas bawang.

Analisis menunjukkan bahwa pernyataan Prabowo bukanlah kekeliruan besar, tetapi juga bukanlah sebuah penipuan. Ia merupakan kesalahpahaman yang mungkin disebabkan oleh pemahaman yang dangkal dalam konteks ekonomi dan bisnis bawang. Sebagai contoh, di pasar pedagang bawang di Bogor, harga bawang merah dan putih biasanya dijual sekitar Rp1.500 sampai Rp3.000 per kilogram.

Dengan demikian, apakah yang dimaksudkan oleh Prabowo sebagai "Rp700 ribu per kilogram" adalah benar atau salah? Dalam konteks ekonomi dan bisnis, besaran tersebut tidak masuk akal seperti yang diperkirakan warganet. Namun, hal ini juga bisa dipahami sebagai pengetahuan yang dangkal Prabowo dalam bisnis bawang di Indonesia.

Dengan analisis tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa kesalahpahaman antara Prabowo dan publik bukanlah sebuah hal yang menyangkut kepentingan atau integritas pribadi Prabowo. Ia lebih menyangkut kesalahpahaman yang mungkin disebabkan oleh pemahaman yang dangkal dalam konteks ekonomi dan bisnis bawang di Indonesia.

Ringkasan

Profil Susanah, Buruh Kupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp 700 Ribu per Kg Serambinews.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru