600 Ribu Porsi Kulinier Gratis di Monas, Menghidupkan Semangat Kebangsaan
Acara 600 ribu porsi kulinier gratis di Monas, menghidupkan semangat kebangsaan dan memperkuat rasa...
Piala Presiden 2026, turnamen sepak bola pra-musim, telah memasuki babak puncak dan gelontorkan tambahan bonus hadiah untuk juara. Dua tim terakhir, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, akan bertarung pada piala final untuk memperebutkan gelar juara 1.
Sementara itu, duel antara Persija Jakarta dan Arema FC akan berlangsung sebagai perebutan juara. Penyelenggaraan turnamen ini dipimpin oleh Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait,
yang menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan data dalam pengelolaan turnamen.
Keterbukaan informasi publik menjadi fondasi utama demi menjaga kepercayaan industri dan para pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Dari sektor keamanan, pihak panitia mengonfirmasi bahwa laga babak semifinal dan final akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton langsung di stadion. Keputusan
tersebut diambil setelah koordinasi intensif dan rekomendasi resmi dari Polda Bali yang ditindaklanjuti oleh Mabes Polri.
Meski gelaran tanpa penonton di dalam tribun, turnamen Piala Presiden 2026 tetap mengusung komitmen keberlanjutan lingkungan melalui gerakan "Datang Bersih, Pulang Bersih".
Panitia bekerja sama dengan komunitas pengelolaan sampah lokal di tiga kota penyelenggara - Bandung, Surabaya, dan Bali - untuk memastikan setiap limbah yang ada dipilah dan didaur ulang.
Hasilnya adalah produk-produk berdaya guna yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pakan ternak dan bahan baku kerajinan UMKM.
Nilai keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan juga menjadi pilar penting dalam penyelenggaraan turnamen ini.
Area sekitar stadion dibuka untuk puluhan UMKM untuk meningkatkan roda perekonomian daerah.