Kembali ke Beranda

Perubahan Transformasi Klub Armenia di Dunia Sepak Bola Eropa

12 Agustus 2026 02:08
Redaksi trend.proAktif.id
Perubahan Transformasi Klub Armenia di Dunia Sepak Bola Eropa

Dalam sembilan tahun terakhir, klub sepak bola asal Armenia menunjukkan lonjakan prestasi signifikan di kompetisi Eropa. Puncak prestasi ini diraih oleh Ararat-Armenia yang mengalahkan Celje dengan skor 2-1 dan berpeluang melaju ke babak kualifikasi akhir Liga Champions UEFA.

Perubahan format kompetisi UEFA pada musim 2018/19 memberikan ruang lebih besar bagi klub yang gugur di Liga Champions untuk melaju ke Liga Eropa. Dengan demikian, Ararat-Armenia berhasil melangkah hingga babak playoff Liga Eropa pada musim 2019/20 setelah menundukkan Saburtalo.

Sejarah baru kembali tercipta pada musim 2021/22 ketika Alashkert menjadi klub Armenia pertama yang menembus fase grup kompetisi Eropa melalui UEFA Europa Conference League. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh Pyunik yang sukses mencapai babak kualifikasi ketiga Liga Champions pada musim 2022/23.

Perkembangan konsisten berlanjut pada musim 2024/25 saat tiga wakil Armenia, yakni Pyunik, Noah, dan Ararat-Armenia, secara bersamaan menembus putaran ketiga kualifikasi Liga Konferensi. Tren positif ini membawa Noah mengamankan posisi di fase liga kompetisi Eropa pada musim 2025/26.

Dalam waktu beberapa bulan terakhir, perubahan besar terlihat jelas di klub-klub Armenia. Mereka mencapai puncak prestasi bersama-sama meluas, dan tidak ada lagi yang lemah. Klub-klub di Armenia tidak hanya memantaskan diri melalui pemain atau pelatih mereka, tetapi juga karena kemajuannya secara bertahap dalam waktu 9 tahun terakhir.

Banyak orang mungkin masih ingat kejadian musim 2017/18 saat langkah sebagian besar perwakilan Armenia langsung terhenti di fase awal kualifikasi. Saat itu, hanya Alashkert yang mampu melewati satu lawan saat menaklukkan Santa Coloma, sedangkan Pyunik, Gandzasar, dan Shirak langsung tersingkir di putaran pertama kualifikasi kompetisi antarklub Eropa. Namun, tidak semua berakhir buruk.

Bagi kebanyakan, perubahan positif di tahun 2018/19 terlihat sebagai sinyal harapan yang besar. Pada tahun itu, UEFA mengubah format kompetisi yang memberikan ruang bagi mereka yang mungkin tidak sempurna untuk melewati babak awal. Hasilnya, Ararat-Armenia sukses melangkah hingga babak playoff Liga Eropa pada musim 2019/20 setelah kemenangan atas Saburtalo.

Perubahan berlanjut, dan tren positif semakin kuat ketika musim 2021-22 datang. Alashkert sukses menjadi klub Armenia yang pertama pernah melengkapi fase grup kompetisi Eropa melalui UEFA Conference League. Kemudian, pada musim 2022/23, Pyunik menunjukkan keberhasilan mereka dengan mengikuti Liga Champions dan mencapai babak kualifikasi ketiga. Hal ini menandakan perubahan di mana setiap klub, khususnya klub di Armenia, terus meningkatkan kinerja mereka.

Di tahun 2024/25, tren positif tersebut kemudian kembali lagi. Tiga wakil yang sama dari Armenia, yaitu Noah, Pyunik, dan Ararat-Armenia, sekali lagi menempati posisi yang sama dan menembus putaran ketiga kualifikasi Liga Konferensi bersamaan. Dengan perubahan ini, keberadaan tiga klub tersebut di Liga Eropa terjaga sepanjang musim 2025/26.

Sekarang, kita melihat bahwa perubahan yang telah terjadi dalam klub-klub Armenia menurut perubahan waktu berdasarkan permainan mereka, tidak hanya karena seorang pemain atau pelatih baru. Ternyata, mereka menunjukkan kemampuan yang tidak seimbang. Klub-klub kecil pun menunjukkan kemampuan yang tidak seimbang, tidak seperti pada tahun silam yang mereka terus jatuh dari kelas berkat tidak menikmati keberhasilan sama sekali. Kita semua masing-masing tahu perubahan besar yang terus diperjuangkan dengan perangkat, sumber daya hingga strategi mereka dalam mencapai keberhasilan.

Ringkasan

Perubahan Signifikan Klub Sepak Bola Armenia di Kompetisi Eropa - Achmadnurhidayat.id

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru