Cinema XXI Mencapai Titik Puncak dalam Menggunakan Dana IPO Rp217 Triliun
Cinema XXI Mencapai Titik Puncak dalam Menggunakan Dana IPO Rp217 Triliun
Peristiwa penyalahgunaan etomidate oleh Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman, dan 5 anggota lainnya telah memicu perhatian dari Bareskrim Polri. Pada Senin, 27 Juli, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengkonfirmasi bahwa terdapat penyalahgunaan narkotika jenis etomidate dengan perincian sebagai berikut.
Etidomatte adalah obat bius medis kuat yang sekarang ini disalahgunakan dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape) ilegal dan secara resmi dikategorikan sebagai narkotika golongan II. Dalam keterangan tertulis, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Ia memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat, termasuk anggota Polri, akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Perlu diingat bahwa penangkapan dilakukan dalam konteks penegakan hukum di dalam negeri. Sebelumnya, pihak Bareskrim Polri juga melayangkan surat panggilan untuk meminta jelasan dari kasus yang sama di tingkat Polres Tangerang Selatan pada tanggal 22 Juli 2021.
Pemberantasan penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu aspek utama dalam menjaga keamanan dan kestabilan sosial. Terutama dalam beberapa tahun terakhir, penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah meningkat dan menciptakan dampak yang signifikan pada masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bareskrim Polri telah mengumumkan akan melakukan upaya penindakan yang lebih ketat terhadap semua pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah anggota Polri yang tertangkap tangan menggunakan etomidate.
Keputusan untuk menangkap lima anggota Polres Tangsel merupakan upaya Bareskrim untuk memperlihatkan komitmennya dalam penindakan yang lebih tegas dan efektif terhadap penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Ke depan, Bareskrim Polri berupaya agar penindakan terhadap penyalahgunakan narkoba di Indonesia semakin efektif dan efisien serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Etidomatte adalah obat anestesi yang ditemukan pada tahun 1963 oleh Michael John Gibb dan Stuart Dawson Ruscoe. Berasal dari Jerman, obat ini pertama kali digunakan dalam pelayanan medis pada tahun 1964. Sekarang ini, obat ini terdapat di pasar dengan merek dagang seperti Amnestan, Amnesin, dan Versed.
Bareskrim: Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 5 Anggota Pakai Etomidate CNN Indonesia