Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers. Luis de la Fuente, pelatih tim nasional Spanyol, telah mencapai puncak karirnya dengan membawa timnya ke final Piala Dunia 2026.
Luis de la Fuente mengenang momen saat dibantai Lionel Messi pada tahun 2004 di ajang Copa del Rey U-19. Pada saat itu, tim muda Spanyol ditunggangi oleh anak emas La Masia, Lionel Messi, yang mencetak empat gol dalam waktu 15 menit.
De la Fuente menyaksikan kekalahan timnya dengan kehilangan 4-0 melawan Barcelona U-19. Dia menyaksikan bagaimana Messi membawa timnya ke kemenangan dengan cedera, keterampilan, dan kepercayaan diri.
Setelah 22 tahun berlalu, De la Fuente kini berusaha mereproduksi kejayaan yang pernah diraih oleh Messi. Spanyol telah mencapai final Piala Dunia dan siap melawan Argentina dalam partai puncak yang sedang mendekat.
Penyebab kekalahan De la Fuente pada hari itu adalah kombinasi dari keahlian Messi dan kekurangan pemain yang mampu mengimbangi kemampuannya. Namun, De la Fuente tidak kehilangan harapan sekalipun.
Ia melihat kekalahan itu sebagai pelajaran untuk dirinya dan timnya. De la Fuente menyadari bahwa mereka harus meningkatkan performa mereka jika ingin mencapai kemenangan.
Sebenarnya, kekalahan ini bukanlah akhir dari cerita De la Fuente. Ia telah meningkatkan performa Timnas Spanyol dan membawa mereka ke final Piala Dunia 2026. Dengan demikian, De la Fuente telah membuktikan bahwa dia dapat muncul kembali dari kekalahan dan mengubah nasib Timnas Spanyol.
Luis de la Fuente telah mengalami banyak perubahan sejak itu. Dia meninggalkan Sevilla dan pindah ke Spanyol. Dia mengambil alih tim nasional dan membawa mereka ke final Piala Dunia.
Kemenangan di depan mata, Luis de la Fuente berharap dapat menumbangkan Argentina dan membawa gelar Piala Dunia kepada Spanyol.
Tahun-tahun berlalu, dan De la Fuente telah belajar dari kekalahan itu. Dia melihat kekalahan itu sebagai motivator untuk meningkatkan performa timnya.
Sekarang, De la Fuente mempersiapkan diri untuk menghadapi kekalahan yang berbeda. Ia akan menghadapi Messi dan Argentina dalam partai puncak di MetLife Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026).
Penyebab kekalahan De la Fuente pada hari itu adalah kombinasi dari keahlian Messi dan kekurangan pemain yang mampu mengimbangi kemampuannya. Namun, De la Fuente tidak kehilangan harapan sekalipun.