Mengintip Istana yang Digemerlukan: Latar Belakang dan Analisis - Radar Cirebon
Mengintip Istana yang Digemerlukan: Latar Belakang dan Analisis - Radar Cirebon Radar Cirebon
18 Juni 2026 14:49 WIB
PDIP menyambut gembira tanggapan pihak PKB yang menyambut baik perubahan kebijaksanaan PDIP, yaitu berubah menjadi partai oposisi. Keterbukaan PKB dalam menanggapi perubahan kebijaksanaan PDIP menunjukkan kesadaran dan peningkatan pihak PKB dalam menatap kebutuhan negara. PDIP mengharapkan dukungan dari PKB, sehingga PDIP dapat terus memajukan negeri.
Dikatakan oleh Dedi Sitoris, salah satu utusan PDIP, bahwa perubahan kebijaksanaan PDIP ini merupakan keputusan PDIP sendiri, bukan karena desakan dari pihak luar. Pada peristiwa pertemuan dengan Jazilul, Utusan PKB, ia mengatakan hal itu, untuk mengelar jawaban terhadap pernyataan Jazilul yang diungkapkan bahwa PDIP harus mengambil sikap yang lebih tegas terhadap pemerintahan.
"Lebih baik Jazilul urus partainya sendiri dari pada mengurus orang lain," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (18/6).
"Sikap dan posisi PDI Perjuangan itu merupakan keputusan organisasi melalui Kongres, Rakernas dan institusi Ketua Umum sebagai pemegang mandat prerogatif. Jangan seenaknya kader partai lain mendesak kami untuk melakukan apa pun. Memangnya dia siapa?" ujarnya.
PDIP juga menilai bahwa posisi PDIP telah ditetapkan dan jelas sudah berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang kekuasaan. Karena mayoritas kursi DPR saat ini dimiliki oleh partai-partai yang tergabung dalam pemerintahan, sehingga peran tersebut diperlukan.
"Kita berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang kekuasaan. Kenapa perlu menjadi penyeimbang? Karena kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?" tambah Dedi.