Kembali ke Beranda

PAN Menerima Pendapat Presiden Prabowo: Indonesia Tak Kenal Istilah Oposisi

13 Agustus 2026 12:44
Redaksi trend.proAktif.id
PAN Menerima Pendapat Presiden Prabowo: Indonesia Tak Kenal Istilah Oposisi

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memainkan peran besar dalam menetapkan arah politik di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak mengenal istilah partai oposisi, tetapi melibatkan partai dalam kekuasaan pemerintahan.

Hal ini menarik perhatian Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyatakan sepakat dengan pandangan Presiden Prabowo. Menurut Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Umum DPP PAN, sistem politik di Indonesia tidak mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang. Secara filosofis, Indonesia menganut sistem demokrasi yang tidak menghendaki semua kekuatan politik berada di dalam pemerintahan.

Menurut teori demokrasi modern, demokrasi membutuhkan dua fungsi secara simultan, yakni fungsi memerintah (governing) serta fungsi koreksi, mengontrol, dan atau mengawasi (checking). Oleh karena itu, keberadaan partai yang tidak bergabung dalam pemerintahan bukanlah musuh pemerintah, melainkan menjadi salah satu instrumen demokrasi.

Pan Menerima Pendapat Presiden Prabowo: Indonesia Tak Kenal Istilah Oposisi. Pemerintah membutuhkan dukungan agar dapat bekerja, tetapi demokrasi membutuhkan pengawasan agar kekuasaan tidak menyimpang. Maka dari itu, keberadaan partai oposisi seolah-olah tidak sesuai dengan sistem pemerintahan di Indonesia.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak perlu meniru sistem pemerintahan lain, tetapi mempertahankan sistem presidensial yang sudah ada. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam sebuah acara yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Senin (10/8), mengemukakan hal yang sama.

Dia juga menyinggung pihak-pihak yang mempertanyakan soal posisi PDIP yang tidak menyatakan sebagai oposisi. Menurut dia, dalam negara yang menganut sistem presidensial tidak mengenal oposisi. Pernyataan Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri menimbulkan kekuatan baru untuk mendorong sistem pemerintahan di Indonesia. Sementara partai-partai menghadapi tantangan untuk memahami peran penting mereka di dalam mewujudkan keadilan sosial dan perekonomian yang sehat.

Perubahan di Indonesia yang terjadi saat ini menuntut adanya kemitraan antara pemerintah, warga negara, dan sektor swasta. Oleh sebab itu, peran partai-partai politik menjadi sangat penting dalam proses ini.

Baran ini mengakhiri perdebatan mengenai status PDIP. Sementara, partai-partai lain meneruskan perdebatan mengenai peran partai oposisi di sistem presidensial Indonesia. Posisi presiden dalam pemerintahan ini menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara demokrasi dan kekuasaan. Demokrasi modern yang diwujudkan oleh sistem presidensial Indonesia memerlukan perpaduan antara pemerintah yang kuat dan pengawasan yang lebih kuat untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan.

Sebagaimana dikemukakan oleh Viva Yoga Mauladi, peran partai oposisi sangat penting dalam demokrasi modern. Tugas utamanya adalah melakukan koreksi dan pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan yang dapat merugikan warga negara. Pandangan Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri mengenai keberadaan partai oposisi telah menginspirasi pandangan kita tentang keberadaan partai oposisi di Indonesia. Indonesia yang menganut sistem presidensial tidak boleh dilupakan keberadaan partai sebagai bagian dari kekuatan demokrasi.

Ringkasan

Pandangan Presiden Prabowo Subianto mengenai keberadaan partai oposisi di Indonesia, disambut dengan baik oleh Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bagian penting dari demokrasi presidensial

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru