Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Berhasil dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa 121 kebijakan transformatif telah berhasil dijalankan dalam...
Penyedia indeks saham global, MSCI, menurunkan peringkat arus informasi atau information flow pasar modal Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya positif. Hal ini dilakukan karena masih ada kekhawatiran investor terkait aksesibilitas pasar lantaran kurangnya transparansi pada struktur kepemilikan saham.
Berdasarkan laporan berjudul MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, lembaga tersebut menyoroti kesetaraan hak atas informasi bagi investor asing. Pasalnya, informasi terkait struktur kepemilikan saham pada perusahaan tercatat tidak selalu tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris.
MSCI juga menyoroti adanya indikasi perdagangan terkoordinasi atau coordinated trading, yang dianggap mempengaruhi proses pembentukan harga yang wajar di pasar. Alhasil, persoalan-persoalan tersebut disebut membatasi investor asing dalam menilai besaran free float saham Indonesia.
Informasi tersebut disebutkan dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review. Menurut laporan tersebut, terdapat beberapa masalah yang masih dihadapi pasar modal Indonesia, salah satunya adalah keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham.
Tidak hanya itu, MSCI juga menyoroti terkait terbatasnya transaksi efek menggunakan valuta asing (valas). Dalam laporannya, MSCI menyebut tidak tersedia fasilitas overdraft bagi investor asing, yang memungkinkan untuk menggunakan saldo minus sementara untuk penyelesaian transaksi.
Analisis menunjukkan bahwa kekurangan transparansi dan keterbatasan transaksi efek menggunakan valuta asing (valas) dapat mempengaruhi keputusan investasi investor asing. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan transparansi dan mengembangkan fasilitas overdraft bagi investor asing.
Meski demikian, pasar modal Indonesia masih berada dalam kategori Emerging Market. Adapun MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan tahunan klasifikasi pasar modal atau MSCI Annual Market Classification Review pada 23 Juni mendatang.
Analisis ini menunjukkan bahwa MSCI masih melihat potensi pasar modal Indonesia untuk berkembang menjadi pasar yang lebih stabil dan transparan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan regulator untuk terus mengembangkan kebijakan yang dapat meningkatkan transparansi dan keterbukaan pasar modal.
Ke depan, diperlukan upaya untuk meningkatkan transparansi dan mengembangkan fasilitas overdraft bagi investor asing. Selain itu, pemerintah dan regulator juga perlu meningkatkan kesadaran investor dalam hal pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam investasi.
MSCI Tetapkan RI Emergi Market, Soroti Transparansi & Pangkas Rating Informasi detikFinance