Kembali ke Beranda

Miskonsepsi Viral Ojol di Bandung: Bagaimana Fakta Sebenarnya?

25 Juli 2026 13:08
Redaksi trend.proAktif.id
Miskonsepsi Viral Ojol di Bandung: Bagaimana Fakta Sebenarnya?

Sebuah peristiwa yang mengejutkan masyarakat warganet beberapa waktu lalu adalah penangkapan 4 pemuda yang dituduh sebagai terduga begal oleh pengemudi ojol (ojek online). Mereka menyerahkan empat pemuda tersebut ke kantor Polsek Baleendah, Kabupaten Bandung, setelah dikabarkan melakukan tindakan kejahatan bersama. Namun, apakah benar mereka bertanggung jawab atas kejahatan tersebut? Fakta yang sebenarnya sangat berbeda dari apa yang diceritakan. Dalam rekaman video yang viral ini, pengemudi ojol memperlihatkan momen ketika mereka menangkap empat pemuda ini. Mereka menuding bahwa 4 pemuda yang berstatus pelajar ini tertangkap membawa senjata tajam.

"Pak Dedi, Pak Dedi, nih. Sampah masyarakat tertangkap, Pak Dedi. Anak-anak masih sekolah sudah bawa-bawa samurai (senjata tajam), Pak Dedi," ucap pengemudi ojol dalam video itu. Peristiwa ini menarik perhatian, terutama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia pun sempat melayangkan janji imbalan uang tunai melalui akun Instagram pribadinya.

"Selanjutnya nanti tim saya akan berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian. Akang-akang tidak usah khawatir, bonus sayembara nanti pasti kami berikan. Terima kasih, hatur nuhun," katanya. Namun, di balik narasi kepahlawanan yang terlanjur menggelora di media sosial, benang merah fakta yang ditemukan kepolisian justru menyajikan kenyataan yang sama sekali berbeda. Kapolsek Baleendah, AKP Noki Nurmansyah, berbagi kronologi asli di balik peristiwa geger tersebut.

"Memang ada laporan kejadian begal di Bojongsoang. Nah, dibawalah (terduga pelaku) ke Baleendah. Dibawa ke sini karena mereka saling kenal dengan anggota di sini," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu. Dari sinilah tabir kebenaran mulai terkuak. Saat petugas Polsek Bojongsoang menggelar pemeriksaan mendalam, tak ada satu pun senjata tajam yang ditemukan pada tubuh maupun sekitar keempat pemuda tersebut.

"Pada saat di Polsek itu ternyata tidak ada senjata tajam, tidak ada sama sekali. Ya sekarang, Polsek Bojongsoang juga mau memproses apa kalau tidak ada barang buktinya," katanya. Narasi sepihak yang menjangkau ribuan pasang mata di internet itu tak pelak menyulut amarah pihak keluarga. Orang tua keempat pemuda terpukul dan berang anak-anak mereka dicap sebagai kriminal tanpa landasan bukti yang nyata.

Misalnya saja, seorang ibu yang terpukul berharap anaknya bisa pulang lebih awal karena merasa bahwa kejadian itu telah memperburuk masa depan mereka.

Tidak ada alasan yang masuk akal mengapa keempat pemuda diinterogasi polisi karena mereka tidak terlibat dalam kejahatan bersenjata tajam. Alhasil, mereka diinterogasi selama beberapa jam sebelum akhirnya polisi menyimpulkan bahwa mereka tidak bersalah. Setelah kejadian yang berlangsung selama berjam-jam, mereka memutuskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keempat pemuda tersebut terlibat dalam kejahatan bersenjata tajam.

Ringkasan

Miskonsepsi Viral Ojol di Bandung: Bagaimana Fakta Sebenarnya? TribunStyle.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru