Israel Kirim Ucapan Selamat Merdeka ke Presiden Indonesia
Israel Kirim Ucapan Selamat Merdeka ke Presiden Indonesia CNBC Indonesia
Ledakan dahsyat terjadi di sebuah perumahan mewah Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026) sore. Peristiwa tiba-tiba itu telah menelan korban jiwa dan mengguncang warga sekitar. Mengapa ledakan terjadi di perumahan mewah yang megah itu?
Kronologi ledakan dahsyat terjadi pada sore hari, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, langit di wilayah Medan Polonia mendung. Seorang tukang yang menjadi saksi mata ledakan, Ali, mengatakan bahwa suara ledakan sangat keras. Dia dan sejumlah tukang lainnya tengah memasang keramik di sebelah rumah sumber ledakan.
Tim Gegana Kepolisian Daerah Sumatera Utara tiba di lokasi tak lama kemudian untuk melakukan penanganan. Sejumlah ambulans juga dikerahkan. Aparat berupaya menolong korban yang diduga tertimbun reruntuhan. Lokasi perumahan itu berdekatan dengan Pangkalan Udara Soewondo, Medan. Tak lama setelah kejadian, aparat TNI Angkatan Udara dari Lanud Soewondo tiba di lokasi untuk turut mengamankan situasi.
Ledakan yang sangat keras itu berdampak mematikan dan dahsyat. Dengan seketika menghancurkan rumah mewah 3B berlantai tiga yang menjadi sumber ledakan. Bangunan roboh dan hancur parah. Beton cor lantai dua, lantai tiga, dan tembok rumah itu menimpa penghuninya dan sejumlah kendaraan. Badan mobil ringsek dan kacanya pecah.
Ledakan juga merusak delapan rumah yang ada di sekitar rumah itu. Kaca dan atap rumah-rumah di sekitarnya ikut pecah. Begitu pula dinding rumah sekitar ikut rusak. Kaca di pos sekuriti juga pecah.
Aparat sampai harus mengerahkan sejumlah truk derek untuk menyelamatkan korban. Alat berat derek dan ekskavator dikerahkan untuk melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan. Petugas menjalankan operasi dengan sangat hati-hati karena struktur bangunan masih sangat rawan roboh.
Operasi tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Korban pertama ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa pukul 02.20 WIB. Tim sempat kesulitan melakukan pencarian karena struktur bangunan rusak berat. Sejumlah tiang baja, tembok, dan kolom beton menumpuk di sisa bangunan di lantai dua dan lantai tiga.
Tim gabungan menurunkan ahli konstruksi untuk memindahkan reruntuhan secara bertahap dan aman. Setelah sebagian reruntuhan dapat dipindahkan, tim SAR dikerahkan dengan tangga hidrolik untuk mengakses lantai dua bangunan tersebut. Dua korban lagi akhirnya ditemukan pada pukul 15.45 dan pukul 18.00.
Ketiga korban tewas yang ini adalah pemilik rumah bernama Jesika serta dua asisten rumah tangga, Ros dan Sinta. Mereka meninggalkan keluarga dan sanak saudaranya yang terluka.
Tim dari Polrestabes Medan hingga kini masih menjalankan investigasi untuk mengetahui penyebab di balik insiden ledakan itu. Tim telah membawa alat pendeteksi gas dan menemukan ada kebocoran gas di antara reruntuhan di rumah nomor 3B tersebut.
Tim mendapati gas dengan konsentrasi 10 persen. Terkait itu, masih diselidiki apakah gas dengan konsentrasi sebesar itu bisa menyebabkan ledakan dengan kekuatan cukup besar.
Di sisi lain, PT Perusahaan Gas Negara atau PGN Area Medan turut memeriksa ke lokasi ledakan. Berbeda dengan temuan penyidik, PGN menyebut tidak mendeteksi adanya kebocoran gas di lokasi ledakan.
Ledakan dahsyat yang terjadi di Medan pada tahun 2026 bukanlah hal baru. Kasus serupa pernah terjadi di tahun 2019. Ledakan dipicu elpiji atau gas bumi yang disalurkan melalui pipa.
Pemeriksaan oleh tim forensik menggunakan alat pendeteksi gas menunjukkan di sekitar lokasi masih banyak bahan bakar gas.