Kembali ke Beranda

Mengapa Subsidi BBM Tidak Mencapai Tujuan?

13 Agustus 2026 00:26
Redaksi trend.proAktif.id
Mengapa Subsidi BBM Tidak Mencapai Tujuan?
Pemerintah Indonesia telah menerapkan subsidi BBM sejak tahun 2006 untuk mengurangi beban biaya hidup masyarakat dan meningkatkan produksi domestik. Namun, berdasarkan data dari badan pemerintah, hingga tahun 2022, subsidi BBM masih mencapai angka yang fantastis dan tidak menciptakan kesetaraan harga di pasar.

Menurut data yang dipublikasikan oleh BPS, pada tahun 2022, subsidi BBM mencapai Rp 230 triliun, atau sekitar 20% dari anggaran belanja negara. Angka ini ternyata masih meningkat setiap tahunnya dan tidak menunjukkan kesan penurunan.

Subsidi BBM tidak mencapai tujuannya karena masih banyak kesulitan dalam proses distribusi dan penyaluran bantuan. Selain itu, banyak perusahaan yang mengklaim telah melakukan transaksi palsu demi untuk mendapatkan uang bantuan dari pemerintah.

Hal ini mengakibatkan uang subsidi BBM justru dibagikan pada orang-orang yang tidak memerlukan bantuan padahal uang bantuan itu seharusnya dikarenakan pada masyarakat yang sangat membutuhkannya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, hingga tahun 2022, tercatat bahwa 70 juta pengguna BBM di Indonesia, yang merupakan 10 persen dari penduduknya, telah menggunakan subsidi BBM. Ini berarti bahwa sekitar 6% dari angkatan kerja di Indonesia telah menerima bantuan subsidi BBM.

Mengapa subsidi BBM tidak dapat mencapai tujuan karena banyak hal. Pertama adalah karena banyak sekali orang yang tidak membutuhkan subsidi BBM yang dianggap sebagai bantuan dari pemerintah, padahal uang bantuan yang diberikan harus dibutuhkan oleh masyarakat yang memerlukan. Dan kedua karena masih banyak orang-orang yang melakukan transaksi palsu demi untuk mendapatkan uang bantuan.

Karena permasalahan seperti itu maka diperlukan peranan dari lembaga-lembaga negara serta masyarakat agar subsidi BBM dapat sampai pada yang memerlukan dan dapat bermanfaat bagi semua orang.

Banyak contoh yang telah terjadi di dunia, seperti Singapura dan Malaysia, yang mana subsidi BBM telah dihilangkan, dan ternyata dampaknya sangat baik bagi negara tersebut. Angka pengangguran turun hingga 3 persen, dan angka kemiskinan menurun dari 11 persen menjadi 4 persen.

Dengan pergeseran kebijakan seperti itu, pemerintah dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan pendapatan negara, dan meningkatkan nilai tukar mata uang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa subsidi BBM tidak dapat mencapai tujuannya karena beberapa sebab, tetapi pemerintah dapat mengambil keputusan untuk menghilangkan subsidi BBM dan menyalurkan uang tersebut ke dalam proyek-proyek yang lebih berguna bagi masyarakat.

Ringkasan

Mengapa Subsidi BBM Tidak Mencapai Tujuan? Tempo.co

Sumber: tempo.co

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru