Gelombang Semarak HUT RI ke-81, Warga Rela Membuat Tenda Darurat di Monas Demi Saksikan Pesawat Tempur
Gelombang Semarak HUT RI ke-81, Warga Rela Membuat Tenda Darurat di Monas Demi Saksikan Pesawat...
Birmingham, Inggris - All England 2026 berakhir dengan kejayaan bagi Taiwan, setelah Lin Chun-Yi dan ganda campuran Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia. Tunggal putri Wang Zhi Yi juga menorehkan pencapaian penting dengan merebut gelar All England pertamanya.
Wang, unggulan kedua pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 ini, mengalahkan unggulan teratas An Se Young melalui dua gim langsung dengan skor akhir 21-15, 21-19 dalam tempo 59 menit. Inilah kemenangan kelimat bagi Wang dalam 23 pertemuan dengan pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia tersebut.
"Saya sangat senang. Saya masih tidak percaya bisa memenangkan pertandingan ini. Di lapangan, saya hanya berusaha fokus pada strategi yang sudah disiapkan. Hal terpenting bagi saya adalah tetap percaya pada diri sendiri, dan kemenangan ini sangat berarti karena memberi saya lebih banyak kepercayaan diri dan motivasi," jelas Wang, dikutip dari jejaring sosial All England.
Tidak hanya itu, pasangan peringkat satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, juga berhasil menjuarai All England setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. Pertarungan ketat berdurasi 59 menit itu berakhir dengan kemenangan dua gim 21-18, 21-12.
Sementara itu, ganda campuran Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan juga menorehkan sejarah bagi Taiwan dengan menjadi wakil pertama dari Taiwan yang menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia. Mereka berhasil mengalahkan wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, melalui dua gim 21-19, 21-18.
Pencapaian hebat bagi Taiwan di All England 2026, Lin Chun-Yi dan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan menjadi wakil pertama dari Taiwan yang menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia.