Tabrakan di Luwuk: Sopir Mengantuk dan Kehancuran di Jalan Raya
Tabrakan di Luwuk: Sopir Mengantuk dan Kehancuran di Jalan Raya Website Resmi Polri
Kota Bekasi (ANTARA) - Tragedi kecelakaan yang terjadi di Simpang Kampus Unisma, Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin pagi, telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya luka-luka. Kepolisian telah mengungkap identitas korban kecelakaan yang melibatkan truk wing box dan sejumlah sepeda motor.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Polisi Gefri Agitia mengatakan korban meninggal dunia bernama Sukanta (42), pengemudi ojek daring beralamat sesuai KTP di Matraman, Jakarta Timur, yang tinggal bersama istrinya di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Ia bekerja sebagai pengemudi ojek daring dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Jumlah korban 10 orang, satu meninggal dunia merupakan pengemudi ojek daring asal Jakarta Timur yang tinggal di Cikarang," katanya. Kepolisian menyatakan bahwa sopir truk telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB saat truk boks Isuzu bernomor polisi B-9916-TXT yang dikemudikan Jones R. Leatemia melaju dari arah selatan menuju utara. Berdasarkan penyelidikan awal, truk diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman saat mendekati persimpangan dan menabrak deretan sepeda motor yang sedang berhenti di lampu lalu lintas Simpang Unisma.
Akibat benturan tersebut, satu pengendara meninggal dunia di lokasi, sedangkan korban lainnya dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Korban luka berat yakni Nur Jamilah (51) menjalani perawatan di RS Siloam Bekasi. Sementara itu, korban lainnya yang masih menjalani perawatan adalah Saiful Qomari (37), Tomiy (24), dan Muhammad Fathurrohman Al Jaziri (21) di RSUD Kota Bekasi, serta Salza Maylia Zukriansyah (26), Eka Sari Effriyanty (49), dan Taufik Hidayat (34) di RS Mitra Timur.
Analisis kecelakaan menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi karena kemungkinan kegagalan fungsi pengereman truk. Latar belakang kecelakaan dapat dipetakan ke kepadatan lalu lintas di sekitar Simpang Unisma, yang menyebabkan kemungkinan kesalahan pengemudi truk. Dampak kecelakaan ini berdampak pada korban yang terluka dan meninggal dunia.
Sebagai pelanjut, kecelakaan ini harus dijadikan sebagai pelajaran bagi para pengemudi untuk lebih berhati-hati saat mengemudi. Serta pemerintah harus meningkatkan penegakan hukum dan keamanan lalu lintas di sekitar Simpang Unisma.
Berdasarkan laporan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyatakan bahwa kecelakaan terjadi saat arus lalu lintas padat karena masyarakat sedang berangkat bekerja. Sumbangsih positif dapat dipandang dari berbagai sumber untuk memastikan keselamatan pengendara.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo COPYRIGHT © ANTARA 2026
Nota: Konten ini dipenuhi oleh keterangan awal laporan yang diterbitkan oleh ANTARA News Megapolitan tanggal 2026.
Kecelakaan truk wing box di Bekasi tewaskan satu orang dan luka sembilan orang. Latar belakang, analisis, dan dampak kecelakaan.