Perayaan HUT RI Ke-81: Monas Siapkan Layar Imersif untuk Masyarakat
Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat siap menjadi lokasi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertandingan Piala Dunia 2026 untuk memperebutkan juara ketiga akan digelar pada Minggu (19/7/2026) pukul 04:00 WIB, di mana Inggris akan melawan Prancis pada laga ini. Perjalanan panjang sejarah kedua negara ini telah menyebabkan banyak perang, termasuk Perang Seratus Tahun yang terjadi antara 1337 hingga 1453. Perang ini dimenangkan oleh Prancis yang berhasil merebut wilayah Inggris di Perancis.
Perang ini dimulai ketika Raja Edward III dari Inggris mengklaim takhta Prancis dan mulai melakukan serangan militer ke perbatasan Prancis. Perang ini terus berkecamuk selama beberapa dekade dan melibatkan banyak wilayah di Eropa. Pada akhirnya, Prancis berhasil mendominasi dan merebut wilayah Inggris di Perancis.
Dekade-dekade berikutnya, Prancis dan Inggris terus bersaing dalam perang-perang lainnya, seperti Perang Aliansi Besar dan Perang Tujuh Tahun. Perang ini berakhir dengan kekalahan Inggris dan Prancis berhasil menguasai wilayah kolonial Inggris di Amerika Utara dan India. Perang ini telah menyebabkan banyak ketidakstabilan di Eropa dan telah memicu Revolusi Prancis.
Prancis kemudian mengeksplor revolusinya dan merebut wilayah di sekitarnya, bahkan meluaskan batas-batas negaranya. Melalui Perjanjian Amiens (1802), ada kesepakatan damai antara Prancis dengan Inggris. Namun, kesepakatan damai ini belum berakhir. Ambisi Napoleon Bonaparte untuk menyatukan dan mendominasi seluruh Eropa memunculkan perang kembali. Inggris sebagai negara kekuatan maritim memblokade Prancis secara ekonomi dan terus menerus mendanai aliansi militer demi mengalahkan Napoleon.
Tak lama kemudian, perang kembali pecah ketika Napoleon menyerang Inggris. Perang ini berakhir dengan kekalahan Napoleon di Pertempuran Waterloo, di mana kekuatan Napoleon mulai berkurang setelah selama 12 tahun berperang. Pada Pertempuran Waterloo yang dimenangkan Inggris, mengantarkan Negeri Big Ben tersebut ke era "Pax Britannica", sebuah abad di mana Inggris menjadi negara adidaya tanpa pesaing yang setara di dunia saat itu. Ini adalah satu-satunya perang yang Inggris memenangkan secara besar-besaran. Dengan demikian, Prancis menjadi lemah secara signifikan.
Perang ini telah menyebabkan banyak kehancuran di kedua negara dan telah memicu Revolusi Prancis. Prancis kemudian mengeksplor demokrasi dan telah menjadi negara kekuatan besar di Eropa.
Hasil perang ini masih dapat dirasakan di Eropa hingga hari ini. Prancis masih merupakan salah satu kekuatan besar di Eropa, sementara Inggris telah menjadi lemah secara signifikan karena kekalahan mereka di Perang Tujuh Tahun.
Sekarang, kedua negara ini akan bertanding di Piala Dunia 2026 untuk memperebutkan juara ketiga. Namun, perang yang terjadi di masa lalu masih dapat dirasakan di kedua negara ini. Prancis masih memiliki dendam dan ingin membalas kekalahan mereka di Perang Tujuh Tahun.
Maka dari itu, pertandingan ini akan sangat menarik dan akan menjadi salah satu pertandingan paling seru di Piala Dunia 2026.
Inggris Vs Prancis, Gelut Perang Ratusan Tahun Sampai ke Piala Dunia CNBC Indonesia