Kembali ke Beranda

IHSG Jadi yang Terburuk di Asia, Sentimen MSCI Gagal Bendung Aksi Jual

24 Juni 2026 16:56
Redaksi trend.proAktif.id
IHSG Jadi yang Terburuk di Asia, Sentimen MSCI Gagal Bendung Aksi Jual

Indonesia terus mengalami tekanan pada pasar saham, terutama sejak keputusan MSCI yang mempertahankan status Indonesia sebagai pasar negara berkembang (emerging market). Ini menyebabkan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,56% hingga meninggalkan level psikologis 6.000 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Tekanan jual terlihat merata hampir di seluruh sektor pasar, dengan 611 saham melemah dan hanya 98 saham yang menguat.

Keputusan MSCI yang mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market ternyata tidak cukup kuat menopang sentimen pasar. Investor justru memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi ambil untung (sell on news), terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Dalam sektor yang berbeda, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 12,44%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 9,55%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 10,95%, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 8,22%.

Menurut analisis, tekanan ini dipicu oleh kurangnya kepastian di pasar saham Indonesia. Beberapa analis menyebutkan bahwa MSCI belum cukup kuat menopang sentimen pasar. Oleh karena itu, investor justru memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi ambil untung (sell on news). Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusan MSCI yang mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market belum cukup kuat menopang sentimen pasar.

Secara regional, IHSG bahkan menjadi indeks dengan performa terburuk di Asia pada perdagangan hari ini. Dalam saat IHSG anjlok, indeks Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite China, dan Straits Times Singapura justru ditutup menguat, sementara Nikkei Jepang hanya melemah tipis 0,88%. Prospek Damai AS-Iran Belum Jelas, Kurs Rupiah Melemah Rabu Sore. Asing Kembali Kabur dari BBRI-TPIA, Jual Bersih Sesi I Capai 0,97T!.

Kesimpulan dapat diambil bahwa tekanan pada pasar saham Indonesia masih cukup kuat. MSCI belum cukup kuat menopang sentimen pasar. Oleh karena itu, investor justru memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi ambil untung (sell on news). Prospek ke depan masih tidak jelas, sehingga pasar saham Indonesia tetap akan mengalami tekanan.

Dalam beberapa hari terakhir ini, pasar saham Indonesia terus mengalami tekanan. Keputusan MSCI yang mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market ternyata tidak cukup kuat menopang sentimen pasar. Oleh karena itu, investor justru memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi ambil untung (sell on news). Dalam beberapa jam kedepan, dapat diprediksi bahwa tekanan pada pasar saham Indonesia akan terus berlangsung.

Ringkasan

IHSG Jadi yang Terburuk di Asia, Sentimen MSCI Gagal Bendung Aksi Jual Emitennews.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru