Kembali ke Beranda

Ibnu Sutowo, Seorang Pengusaha dan Tokoh Militer yang Berpengaruh

18 Juni 2026 18:51
Redaksi trend.proAktif.id
Ibnu Sutowo, Seorang Pengusaha dan Tokoh Militer yang Berpengaruh

Ibnu Sutowo, seorang pengusaha dan tokoh militer yang sangat berpengaruh pada masa Orde Baru, meninggalkan warisan bisnis yang sangat luas. Perusahaannya, PT Indobuildco, mengerjakan proyek pembangunan hotel bertaraf internasional di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada tahun 1970-an. Hotel ini kemudian menjadi hotel mewah di Senayan, dengan nama Hotel Sultan.

Selama lebih dari dua dekade, Hotel Sultan menjadi objek perselisihan antara pemerintah dan PT Indobuildco. Sengketa ini dimulai ketika Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan keputusan pemberian Hak Pengelolaan (HPL) kepada Sekretariat Negara melalui Badan Pengelola Gelanggang Olahraga Bung Karno pada tahun 1989.

Menjelang masa berlaku Hak Guna Bangunan (HGB) berakhir, PT Indobuildco mengajukan permohonan perpanjangan pada tahun 2000. Permohonan itu kemudian disetujui melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta pada tahun 2002. Perpanjangan tersebut berlaku selama 20 tahun sejak Maret 2003.

Hal ini kemudian menjadi salah satu sumber utama konflik hukum antara PT Indobuildco dan pemerintah. Sengketa yang berlangsung selama bertahun-tahun akhirnya berujung pada putusan pengadilan yang memenangkan negara dan dilanjutkan dengan eksekusi pengosongan lahan Hotel Sultan.

Putusan pengadilan ini memutus perkara perdata Nomor 208/PDT.G/2025/PN.JKT.PST yang mempertemukan PT Indobuildco sebagai penggugat dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sebagai pihak tergugat. Majelis hakim menyatakan bahwa hak guna bangunan yang sebelumnya dimiliki PT Indobuildco telah berakhir pada tahun 2023 dan tidak memiliki dasar untuk kembali diperpanjang.

Perjalanan panjang sengketa ini akhirnya menemui titik terang setelah PN Jakarta Pusat memutus perkara tersebut pada 28 November 2025. Pengosongan lahan Hotel Sultan menjadi babak baru sekaligus penutup dari konflik pertanahan yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Hari ini, Hotel Sultan telah kosong dan siap dijual. Namun, perlu diingat bahwa sejarah dan warisan Ibnu Sutowo masih akan terus hidup lewat perusahaannya yang diteruskan oleh generasi ketiga. Salah satu cucunya, Indraguna Sutowo, dikenal sebagai suami aktris Dian Sastro.

Ibnu Sutowo meninggal dunia pada Januari 2001 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Setelah wafat, bisnis keluarga tersebut kemudian diteruskan oleh anak-anaknya, termasuk Pontjo Sutowo yang mengambil alih pengelolaan PT Indobuildco dan Adiguna Sutowo yang mengelola bisnis lainnya melalui MRA Group.

Jauh sebelum dikenal sebagai kawasan prestisius dengan gedung perkantoran dan fasilitas olahraga, kawasan Senayan memiliki sejarah yang berbeda. Wilayah yang kini menjadi kompleks Gelora Bung Karno pada awalnya merupakan permukiman masyarakat Betawi serta area perkebunan milik warga. Pemerintah kemudian melakukan pembebasan tanah pada masa Presiden Soekarno sebagai bagian dari persiapan pembangunan kompleks olahraga untuk Asian Games IV tahun 1962.

Pengadaan lahan tersebut dilakukan melalui Yayasan Gelora Senayan yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dana negara digunakan untuk membayar pembebasan tanah warga, tetapi penerbitan sertifikat atas lahan tersebut belum langsung dilakukan setelah proses selesai.

Mengacu pada arsip Harian Kompas, pada sekitar 1973 pemerintah mulai menyiapkan pembangunan gedung konferensi dan hotel bertaraf internasional di kawasan tersebut. Proyek itu dibuat untuk menunjang penyelenggaraan konferensi pariwisata internasional di Jakarta.

Ringkasan

Artikel tentang Ibnu Sutowo dan warisannya dalam bisnis

Sumber: kompas.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru