Kembali ke Beranda

Grup Facebook Gay di Surabaya Dihadapi MUI Jatim: Apa yang Terjadi?

20 Juli 2026 07:58
Redaksi trend.proAktif.id
Grup Facebook Gay di Surabaya Dihadapi MUI Jatim: Apa yang Terjadi?

Grup Facebook Gay di Surabaya menjadi sorotan setelah diberitakan oleh beberapa sumber bahwa ada beberapa grup penyuka sesama jenis dengan jumlah anggota ribuan orang. Menurut laporan, salah satu grup bernama 'Gay Surabaya' memiliki 5.230 anggota dan telah berdiri sejak tahun 2016.

Grup tersebut digunakan oleh para anggotanya untuk mencari, bertukar informasi, hingga menawarkan jasa layanan bersetubuh sesama jenis. Ada juga anggota yang terang-terangan menggunakan identitas pribadi disertai fotonya, sementara ada pula yang tertutup dengan menggunakan akun anonim untuk mengirim postingan di dinding grup itu.

Hal yang sama juga diamati dalam grup Facebook bernama 'Gay Surabaya Timur' yang beranggotakan 8.102 orang dan telah dibuat sejak tahun 2016. Para anggota grup ini memanfaatkan grup tersebut untuk memenuhi hasrat fantasinya.

Selain itu, penelusuran juga menemukan grup Facebook bernama 'GAY SURABAYA TIMUR (ITS, UNTAG, PERBANAS, UNAIR, NAROTAMA, HANGTUAH, UNITOMO)' yang memiliki 4.405 anggota dan telah dibuat sejak tahun 2014. Berdasarkan temuan tersebut, ada indikasi bahwa kelompok LGBTQ ini tidak spesifik menyentuh golongan, pekerjaan, ataupun rentang usia.

Menyikapi isu yang tengah terjadi, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH. Sholihin Hasan menegaskan bahwa LGBTQ itu haram karena bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa perdebatan tentang kelompok LGBTQ masih terus berlangsung di masyarakat dan masih mendapatkan respons yang beragam.

Keberadaan grup-grup Facebook tersebut menunjukkan bahwa perdebatan tentang kelompok LGBTQ masih terus berlangsung di masyarakat. Masyarakat dan organisasi masyarakat sipil harus mengedukasi masyarakat tentang kelompok LGBTQ agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

Komitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang kelompok LGBTQ perlu diprioritaskan agar masyarakat tidak lagi terkejut dengan keberadaan kelompok tersebut. Dengan demikian, masyarakat bisa mengambil keputusan yang tepat dan tidak lagi menyalahkan kelompok LGBTQ.

Penelitian yang lebih mendalam tentang kelompok LGBTQ masih perlu dilakukan untuk memahami dengan lebih baik tentang fenomena yang terjadi. Dengan demikian, kita bisa mengambil keputusan yang tepat dan tidak lagi menyalahkan kelompok LGBTQ.

Hasil penelitian tersebut bisa digunakan sebagai acuan untuk membuat kebijakan yang tepat dan tidak lagi menyalahkan kelompok LGBTQ. Dengan demikian, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih baik dan tidak lagi menyalahkan kelompok LGBTQ.

Ringkasan

Grup Facebook Gay di Surabaya Dihadapi MUI Jatim: Apa yang Terjadi?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru