Manggarai NTT Digempa Magnitudo 5,0 pada Senin Dini Hari Tanpa Ancaman Tsunami
Gempa magnitudo 5,0 mengguncang Manggarai, NTT pada Senin dini hari. Meskipun besar, gempa ini...
Gempa bumi dengan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.54 WIB. Getaran gempa ini terasa sampai ke Aceh. Gempa ini merupakan salah satu dari beberapa gempa yang terjadi di Sumatera Utara dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Seorang warga Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Maulida mengaku merasakan guncangan gempa tersebut. "Saya lagi di kedai tadi, terasa ada goyang-goyang. Saya lihat pintu kedai juga goyang, terasa agak pusing, ternyata ada gempa," katanya melalui telepon. Banyak warga lainnya di Aceh juga mengaku merasakan getaran gempa tersebut.
Bangunan-bangunan di Aceh juga mulai rusak akibat gempa tersebut. Menurut informasi yang diterima, beberapa bangunan di Banda Aceh mulai mengalami kerusakan, termasuk beberapa rumah warga. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, mereka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.
Gempa bumi ini juga dapat terasa di wilayah lain di Indonesia, seperti di Jawa dan Bali. Menurut BMKG, gempa ini dapat dirasakan di daerah yang berjarak beberapa ratus kilometer dari pusat gempa. Sementara itu, BMKG juga telah mencatat pusat gempa berada di 10 kilometer tenggara Simalungun, pada koordinat 2,97 derajat lintang utara dan 98,95 derajat bujur timur. Gempa tersebut berada pada kedalaman 163 kilometer.
Menurut analisis BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di bawah permukaan bumi. Tektonik ini membuat kerusakan pada litosfer bumi, menyebabkan gempa bumi. Namun, tidak ada informasi yang mengatakan bahwa gempa ini merupakan gempa bumi yang besar atau memiliki potensi besar. Namun, masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara tetap harus waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.
Dalam beberapa tahun terakhir, gempa bumi di Indonesia semakin sering terjadi. Menurut data BMKG, gempa bumi di Indonesia menempati peringkat ke-3 di dunia, hanya di bawah Amerika Serikat dan Aljazair. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko gempa bumi yang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada terhadap kemungkinan gempa bumi.
Gempa M 6,4 Mengguncang Simalungun Sumut, Getarannya Terasa Sampai Aceh CAKAPLAH.com