Gelombang Semarak HUT RI ke-81, Warga Rela Membuat Tenda Darurat di Monas Demi Saksikan Pesawat Tempur
Gelombang Semarak HUT RI ke-81, Warga Rela Membuat Tenda Darurat di Monas Demi Saksikan Pesawat...
YOGYAKARTA, KOMPAS.COM - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta menterinya menghormati masukan dan tidak mengambil langkah yang membahayakan para pengkritik.
Pernyataan itu disampaikan Budiman saat menanggapi kabar mobil eks Presiden BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto dipasangi pelacak usai mengikuti aksi di kawasan Gejayan.
Budiman mengaku pernah mendengar cerita dari seorang menteri yang mendapat arahan langsung dari Prabowo mengenai cara menyikapi kritik yang datang dari masyarakat. Menurutnya, menteri tersebut merupakan sosok yang kerap dikritik oleh Tiyo.
“Sepedas apapun, jangan bersinggungan dan jangan buat manuver apapun yang bisa mencelakai beliau (Tiyo). Kira-kira begitu nasihatnya Pak Prabowo pada menteri itu,” kata Budiman kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang diterima, pesan yang disampaikan menunjukkan bahwa Prabowo tidak ada maksud untuk melakukan “manuver” tertentu kepada pengkritik.
“Jadi, kalau dari pihak presiden sendiri sudah jelas bahwa tidak ada bermaksud mencelakai pengkritik-pengkritik, kira-kira begitu,” imbuhnya.
Budiman mengatakan, dirinya juga menyampaikan sikap Prabowo terkait kritik dari masyarakat ketika menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta pada Senin (15/6/2026) malam.
Dalam kegiatan itu, ia hadir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Menurut Budiman, suasana forum pada awalnya berlangsung kondusif. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan mahasiswa mengikuti jalannya acara secara tertib.
“Ada Pak Daryono, Wakil Menteri Pertanian. Ada Pak Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN. Ya, ada saya, Kepala BP Taskin. Tadi diskusi sih berjalan lancar. Mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kalangan juga hadir tertib kok, ada ratusan ya, tertib,” ucapnya.
Ia menuturkan, para narasumber datang dengan tujuan membuka ruang dialog dan menerima kritik secara langsung dari peserta.
Namun, situasi berubah ketika diskusi masih berlangsung. Budiman mengaku sekelompok orang mendadak datang dari arah belakang ruangan dan bergerak menuju panggung.
“Nah, ya semua berjalan, berjalannya lurus, tenang diskusinya. Tiba-tiba ada sekelompok orang dari arah belakang, teriak-teriak pun, tutur, menyeruak langsung ke tengah dan masuk ke panggung, mengusir kami, mengepung, minta kami keluar sambil memberi mengeluarkan kata-kata kotor pada kami bertiga,” ungkapnya.
“Maupun pada Presiden Prabowo Subianto, maupun mengata-ngata mengeluarakan kata-kata kotor pada kami yang diserang secara keseluruhan. Dan kami dikepung dan kami diusir,” tambahnya.
Ia menjelaskan forum tersebut dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan direncanakan berakhir pada pukul 22.00 WIB.
Budiman Sudjatmiko mengungkapkan pesan Prabowo Subianto kepada menteri mengenai cara menyikapi kritik dari masyarakat.