Kembali ke Beranda

BPBD Sigi Catat Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi Jadi 3 Orang

18 Juni 2026 20:20
Redaksi trend.proAktif.id
BPBD Sigi Catat Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi Jadi 3 Orang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi di daerah tersebut mencapai tiga orang. Dua korban tambahan berasal dari Desa Berdikari, Kecamatan Palolo dan Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Sebelumnya, yang meninggal itu dari Desa Ampera.

Ahmad Yani, Kabid Bencana BPBD Sigi, mengemukakan bahwa korban dari Desa Berdikari sudah memiliki riwayat penyakit bawaan saat gempa terjadi. Saat gempa bumi, korban terjatuh dan mengalami serangan jantung, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bala Keselamatan di Kota Palu. Karena proses pendataannya belum masuk pada laporan awal, sehingga korban tersebut belum sempat terdata.

Ia menuturkan untuk korban dari Desa Kamarora A mengalami benturan pada bagian perut saat gempa bumi tersebut. Korban ini juga memiliki riwayat penyakit tumor, sehingga benturan yang dialaminya diduga memperparah kondisi kesehatannya. Kedua korban itu sudah mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke rumah sakit, baik di RSUD Torabelo maupun RS Bala Keselamatan Palu.

Berdasarkan data per 18 Juni, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.109 Kepala Keluarga (KK) dengan 6.412 jiwa di Kabupaten Sigi. Untuk total fasilitas umum yang rusak sebanyak 84 unit, seperti sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, dan jaringan air bersih. Rumah di Kabupaten Sigi yang mengalami kerusakan juga menjadi 1.652 unit, terdiri rusak ringan 1.472 unit, rusak sedang 111 unit, dan rusak berat 69 unit yang tersebar di 38 desa.

Diketahui BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Gempa bumi ini menyebabkan kerusakaninfrastruktur dan menyebabkan korban jiwa. BPBD Sigi terus melakukan pendataan dan penanganan korban, serta membantu masyarakat terdampak.

BPBD Sigi bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya untuk memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan BPBD setempat. Dalam menghadapi bencana alam, kesadaran dan kesiapan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

BPBD Sigi juga menghimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini tentang gempa bumi dan bencana lainnya melalui media resmi pemerintah dan sumber informasi yang kredibel. Dengan kesadaran dan kesiapan yang tinggi, masyarakat dapat menghadapi bencana alam dengan lebih siap dan efektif.

Dalam jangka panjang, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak dan meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Dengan demikian, dapat mengurangi risiko dan dampak bencana, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Untuk membantu masyarakat terdampak, BPBD Sigi membuka posko bantuan yang menyediakan bantuan logistik, kesehatan, dan psikologis. Masyarakat dapat menghubungi posko bantuan untuk mendapatkan informasi dan bantuan yang dibutuhkan.

Dalam menghadapi bencana alam, kerja sama dan solidaritas antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi lainnya sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Dengan bekerja sama, dapat membangun kembali komunitas yang lebih kuat dan tangguh.

Ringkasan

BPBD Sigi mencatat korban meninggal akibat gempa bumi jadi 3 orang di wilayah Sulawesi Tengah

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru