Klaim Keliru tentang Vaksin Human Papillomavirus Anak: Apa, Siapa, dan Mengapa
Mengenal klaim keliru seputar vaksin Human Papillomavirus anak dan pentingnya informasi yang akurat
Kementerian UMKM Ajak Ribuan Ojol Nobar Final Piala Dunia
KPK Temukan Emas 2,5 Kg, Rumah Kerabat Bupati Etik di Solo Disorot
SWSI Desak Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan
Hujan Intai Kota Besar, BMKG Keluarkan Peringatan
Rampok Toko Emas di Aceh, Oknum Polisi Diduga Tertekan Ekonomi
Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu di NTB Berhadiah Emas
Cara Dapat Diskon Tambah Daya Listrik PLN 50 Persen pada Juli 2026
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS
306 Saham Menguat, IHSG Hari Ini Dibuka Tancap Gas
Trump Dikecam setelah Agen ICE Tembak Mati 2 Imigran
Mengharukan, Petugas Damkar Terpaksa Makan di Tengah Guyuran Hujan
Gempa Dahsyat Guncang Peru, 6 Warga Tewas dan 300 Mengungsi
Piala Dunia 2026 Usai, Siapa Pihak yang Paling Cuan dan Boncos?
Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia 2026, Spanyol Mendominasi
Imbangi Persebaya pada Laga Uji Coba, Widodo Puji Performa Skuad PSIS
Catherine Wilson Unggah Foto Ruben Onsu, Netizen Heboh
Heboh Harga Kipas Angin Rp 11 Juta, Inul Daratista Beri Sindiran Pedas
Hotman Paris Sebut Jurnalis Tak Punya Otak, PWI: Dia Harus Minta Maaf
ITS Luncurkan Mobil Formula Sapuangin Speed 8, Ini Keunggulannya
Robotika Jadi Peluang Karier Baru bagi Lulusan SMK
Persaingan Sengit, 4 Mobil Baru Meluncur Setiap Hari di China
Pesta Bola Piala Dunia di Aquarium Pangandaran Curi Perhatian
Argentina Punya Messi, Spanyol Punya Strategi: Siapa Juara?
Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Jadi Pesta Rakyat
New York, Beritasatu.com - Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengungkapkan rasa bangga setelah mengantarkan La Roja menjuarai Piala Dunia 2026. Menurutnya, keberhasilan mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, bukan hanya hasil kualitas individu, tetapi buah dari kesetiaan seluruh pemain terhadap filosofi permainan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
"Saya sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka tumbuh bersama ide permainan yang sama, setia pada filosofi itu, lalu terus menyempurnakannya. Mereka memberi contoh tentang arti sebuah kelompok, sebuah tim, dan sebuah keluarga. Mereka adalah pesepak bola hebat dengan potensi dan bakat yang luar biasa," kata De la Fuente seusai pertandingan dilansir dari laman FIFA.
Pelatih berusia 65 tahun itu mengaku emosinya tak terbendung setelah melihat perjuangan anak asuhnya berbuah gelar juara dunia.
Menurutnya, perjalanan panjang bersama para pemain membuat trofi tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemenangan di lapangan.
"Bagi saya, merupakan sebuah kehormatan bisa mendampingi mereka dalam perjalanan ini. Sekarang saya benar-benar sangat emosional ketika melihat kembali semua proses yang telah kami lalui bersama. Para pemain mengatakan kepada saya, 'Mister, kami sudah memenangkan semuanya.' Mendengar itu adalah sesuatu yang luar biasa," ujarnya.
De la Fuente menilai generasi pemain yang dimiliki Spanyol layak menjadi teladan, bukan hanya di dunia sepak bola, tetapi juga bagi masyarakat.
"Saya akan terus mengatakan bahwa generasi pemain ini adalah contoh bagi olahraga Spanyol, bagi generasi muda, dan bagi negara kami. Bersama-sama kami menjadi lebih kuat, dan saya yakin tidak ada yang meragukan hal itu," katanya.
Selain memuji mentalitas timnya, De la Fuente menilai Spanyol tampil sesuai rencana sejak awal pertandingan. Ia menyebut anak asuhnya mampu membatasi permainan Argentina, termasuk meminimalkan pengaruh kapten Lionel Messi.
"Dari sisi permainan, pertandingan berlangsung kurang lebih seperti yang kami perkirakan, bahkan kami tampil lebih dominan. Kami terus menyerang, sementara Argentina hampir tidak memiliki peluang. Kami mampu meredam tim yang datang sebagai juara dunia, meskipun mereka memiliki Lionel Messi," ujarnya.
Statistik FIFA memperkuat penilaian tersebut. Spanyol mencatat 20 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Argentina hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.
La Roja juga mendominasi penguasaan permainan melalui 845 operan dengan 765 operan akurat, hampir dua kali lipat dibanding Argentina yang hanya mencatat 433 operan.
Meski mendominasi, De la Fuente mengakui timnya sempat frustrasi menghadapi penampilan gemilang kiper Argentina Emiliano "Dibu" Martínez.
Menurutnya, penyelamatan demi penyelamatan yang dilakukan Martínez membuat Spanyol harus menunggu hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106.
"Pertandingan ini sebenarnya bisa kami menangkan lebih cepat. Penyelamatan-penyelamatan luar biasa dari Dibu Martínez membuat kami tidak mampu unggul lebih awal dengan margin yang lebih nyaman," katanya.
Meski demikian, De la Fuente menegaskan final Piala Dunia selalu menuntut pengorbanan hingga detik terakhir.
"Ini adalah final Piala Dunia. Bahkan ketika lawan bermain dengan 10 pemain di akhir pertandingan, Kami tetap harus berjuang dan siap menderita hingga peluit panjang dibunyikan," ujarnya.
Pelatih yang sukses mempersembahkan gelar dunia kedua bagi Spanyol itu mengatakan timnya telah membuktikan mampu melewati setiap tekanan yang muncul sepanjang turnamen.
"Kami tidak takut menghadapi penderitaan itu. Justru dalam situasi seperti itulah kami kembali menunjukkan bahwa tim ini siap menghadapi apa pun. Ketika mampu melewati masa-masa sulit bersama, hasil akhirnya akan terasa jauh lebih indah," tutur De la Fuente.
Kemenangan ini mengakhiri penantian 16 tahun Spanyol untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah terakhir menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Bagi De la Fuente, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi terhadap filosofi bermain, kekompakan tim, dan kesabaran dalam membangun proyek jangka panjang mampu mengantarkan La Roja kembali menjadi penguasa sepak bola dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Hujan Intai Kota Besar, BMKG Keluarkan Peringatan
Kisah Pilu Aktor China Terdepak Teknologi AI, Kini Jualan Sayur
Gempa Dahsyat Guncang Peru, 6 Warga Tewas dan 300 Mengungsi
Mengharukan, Petugas Damkar Terpaksa Makan di Tengah Guyuran Hujan
Trump Dikecam setelah Agen ICE Tembak Mati 2 Imigran
Polda Metro Jaya Resmi Limpahkanan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi ke Kejaksaan Agung
Antrean Panjang Pembelian BBM di Medan
Perahu Antar Jemput Sekolah di Muara Gembong Bekasi
Pembebasan Lahan Terdampak Proyek Normalisasi Kali Ciliwung
Rapuhnya Nadi Listrik Indonesia
Perang AS-Iran dan Tawaran Ekoteologi
Rachmat Gobel: Ketika Jumat Menjemput Seorang Anak Bangsa
Penyiksaan dan Utang Konstitusional Negara
Bongkar Kunci Juara, Pelatih Spanyol: Kesetiaan pada Filosofi BeritaSatu.com