Gempa Bumi M5,0 – 77 km BaratLaut MANGGARAITIMUR-NTT: Penjelasan Mendalam
Gempa Bumi M5,0 – 77 km BaratLaut MANGGARAITIMUR-NTT: Analisis Cuaca dan Geofisika
MATARAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terjadi pada Agustus 2026.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar bijak menggunakan air dan tidak sembarangan menyalakan api di area terbuka.
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di hampir seluruh wilayah NTB (89-90 persen wilayah).
BMKG mencatat sejumlah wilayah di NTB telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.
Kondisi kekeringan ekstrem tersebut masih berpotensi meluas seiring berlangsungnya musim kemarau.
Menurut Zainuddin Abdul Madjid, monsun Australia yang menguat menyebabkan massa udara yang bersifat kering memasuki wilayah Indonesia.
Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer juga sedang tidak aktif di wilayah NTB.
Pada akhir Juli 2026, BMKG memprakirakan peluang hujan sangat kecil hanya kurang dari 10 persen hingga 20 persen di Pulau Lombok.
Sementara di Pulau Sumbawa, peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian berkisar 10 sampai 60 persen, terutama di wilayah bagian selatan.
Pemerintah di NTB telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi musim kemarau panjang tahun ini.
Strategi ini meliputi optimalisasi sumur bor menggunakan sistem irigasi perpompaan guna mengairi lahan-lahan pertanian.
Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat juga telah meminta petani untuk mempercepat masa tanam dan menyesuaikan jenis tanaman sesuai kondisi cuaca demi menghindari dampak kerugian akibat gagal panen.
Prediksi ke depan menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih panjang daripada tahun-tahun sebelumnya.
Berikut beberapa poin penting terkait prediksi musim kemarau di NTB:
Apa: Puncak musim kemarau di NTB akan terjadi pada Agustus 2026.
Kapan: Puncak musim kemarau dijadwalkan terjadi pada bulan Agustus 2026.
Di mana: Puncak musim kemarau dijadwalkan terjadi di hampir seluruh wilayah NTB.
Siapa: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di NTB.
Mengapa: Musim kemarau dijadwalkan terjadi karena monsun Australia yang menguat.
Bagaimana: Masyarakat diimbau untuk bijak menggunakan air dan tidak sembarangan menyalakan api di area terbuka.
Mengingat latar belakang cuaca ekstrem di NTB, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menghadapi musim kemarau panjang.
Berikut beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah di NTB:
Strategi optimalisasi sumur bor menggunakan sistem irigasi perpompaan.
Strategi peningkatan penggunaan teknologi irigasi canggih.
Strategi peningkatan peran masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.
BMKG Prediksi Puncak Kemarau di NTB Agustus 2026, Warga Diimbau Bijak Pakai Air Kompas.com