Kembali ke Beranda

Bencana Teknologi Dunia: Banyak Negara Siaga Penuh

06 Agustus 2026 07:45
Redaksi trend.proAktif.id
Bencana Teknologi Dunia: Banyak Negara Siaga Penuh

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana teknologi dunia terus berkembang dengan pesat, menyebabkan banyak negara mulai menyuarakan kekhawatiran soal keberadaan Mythos milik Anthropic. Salah satunya China yang menyebut Mythos bisa digunakan melawan ekonomi negara tersebut.

Diajang konferensi pers, pejabat setempat melihat adanya potensi model AI seperti Mythos digunakan sebagai senjata ofensif. Mereka juga menanyakan mengapa Anthropic menolak akses China ke sistem tersebut untuk pengguna normal, seperti yang dilaporkan Yahoo Finance pada tanggal 3 Agustus 2026.

Sejumlah sumber mengatakan pihak China tidak mempersiapkan tindakan langsung pada Anthropic atau pengembang lainnya. Namun tanggapan balasan tengah menyusun jika AS mengambil tindakan pada sejumlah perusahaan China di sektor terkait. Beberapa di antaranya termasuk menjatuhkan sanksi atau menambah perusahaan AI dari AS dalam daftar yang dibatasi aksesnya di China.

Laporan ini datang menjelang pertemuan presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Jelang kedatangan Jinping ke AS pada 24 September mendatang, Beijing berupaya menjaga suasana relatif hangat. Mereka berupaya untuk bisa mencapai pendekatan saling menguntungkan dengan AS terkait pembicaraan AI nanti.

Meski begitu, kedua negara juga tetap menjaga kecurigaan kepada pesaing abadinya itu. Misalnya, AS menyatakan kekhawatiran perusahaan China melatih model sendiri dengan menggunakan versi dari AS. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan rencana penetapan sanksi tidak spesifik jika pengembang model terbukti mencuri kekayaan intelektual. Sementara Kementerian Perdagangan China mengingatkan pihaknya bisa melakukan semua tindakan untuk ancaman yang diberikan AS.

Otoritas di Eropa telah menjalin komunikasi erat dengan bank-bank yang ada di Eropa. Namun CEO Deutche Bank, Christian Swing menjelaskan pihak perbankan tetap tenang dan tidak panik menghadapi masalah itu.

"Ini bukan sesuatu yang menyebabkan kepanikan atau membunyikan alarm dari kami saat ini, namun jelas sesuatu yang perlu diingat dalam manajemen risiko sehari-hari kita. Itulah yang sedang kami lakukan," jelas Swing dikutip dari Reuters pada tanggal 21 April 2026.

Masalah ini juga telah disoroti oleh pemerintah Inggris. Reuters melaporkan negara tersebut menulis surat terbuka pada pemimpin Anthropic mengenai kemampuan serangan akibat Mythos pada tanggal 15 April lalu.

"Mythos mampu dalam serangan siber daripada model apapun yang pernah kami nilai sebelumnya," tulis surat terbuka itu berdasarkan pengujian Institut Keamanan AI.

Hong Kong juga sudah siaga penuh. Negara di dekat Indonesia itu memberikan peringatan untuk memperkuat pertahanan keamanan siber ke perusahaan-perusahaan berlisensi. Regulator sekuritas setempat menjelaskan karena ancaman siber berbasis AI yang makin canggih dan bertarget.

Terbaru, Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong mengingatkan perusahaan berlisensi khususnya pialang internet dan platform perdagangan aset virtual mengadopsi pengamanan terbaru. Diharapkan cara itu mencegah akses tidak sah pada data klien serta melindungi penyalahgunaan aset.

Menurut regulator setempat, AI membantu pelaku untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan lebih cepat. Selain itu, AI juga dapat melancarkan serangan dalam skala besar dan menurunkan hambatan pada modus phishing dan rekayasa sosial.

Dampak eksploitasi AI ini dinilai sangat destruktif terhadap infrastruktur finansial. Di Jepang, Asosiasi Perbankan Jepang bahkan telah menyiapkan skenario terburuk untuk melindungi dana nasabah, yakni mematikan sementara layanan ATM hingga aplikasi mobile banking (m-banking).

"Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi dan antisipasi kita selama ini," ujar Masahiko Kato, Ketua Asosiasi Perbankan Jepang yang juga menjabat sebagai Presiden Mizuho Bank.

Di Indonesia, belum ada pernyataan spesifik dari otoritas keuangan soal bahaya Mythos, sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan segera.

Ringkasan

Bencana Teknologi Dunia: Banyak Negara Siaga Penuh CNBC Indonesia

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru