Ibu Susana dan Rp.700 Ribu: Kapan Data Menteri Menyakiti Rakyat di Indonesia?
Ibu Susana dan Rp.700 Ribu: Kapan Data Menteri Menyakiti Rakyat di Indonesia? Artikel ini...
Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih sebesar Rp 771 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/6/2026). Namun, asing bermanuver dengan melakukan aksi beli di saham PT Antam Tbk (ANTM).
Berdasarkan data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net buy saham ANTM senilai Rp 96 miliar, jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volumenya sebanyak 32,7 juta saham.
Aksi di pasar reguler itu terjadi saat harga saham ANTM melemah. Hingga berita ini ditayangkan, saham ANTM melemah 3,57% ke level Rp 2.970. Dengan begitu, dalam sebulan terakhir, saham ANTM stagnan. Selama year to date (ytd), ANTM turun 5,7%.
Menurut analisis dari CGS International Sekuritas Indonesia, target terdekat saham ANTM di harga Rp 3.120-Rp 3.160. Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan harga saham ANTM memiliki area support di Rp 3.040-Rp 3.060.
Hal ini menunjukkan bahwa asing masih memiliki minat yang besar untuk membeli saham ANTM, meskipun harga sahamnya sedang melemah. Ini bisa menjadi pertanda bahwa ANTM masih memiliki potensi untuk tumbuh di masa depan.
Perlu diingat bahwa investor asing memiliki peran penting dalam menentukan arah harga saham di Indonesia. Mereka memiliki kemampuan untuk membeli dan menjual saham dalam jumlah besar, sehingga dapat mempengaruhi harga saham.
Bagi investor domestik, fenomena ini harus diwaspadai. Mereka perlu memantau secara ketat pergerakan harga saham ANTM dan mempertimbangkan untuk membeli atau menjual sahamnya.
Di sisi lain, PT Antam Tbk (ANTM) sendiri merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki beberapa produk unggulan, seperti emas, perak, dan nikel.
Dalam beberapa tahun terakhir, ANTM telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan produksi dan pendapatan. Perusahaan ini juga telah melakukan ekspansi ke beberapa negara di Asia Tenggara.
Dengan demikian, saham ANTM masih memiliki potensi untuk tumbuh di masa depan. Namun, investor perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi global dan pergerakan harga komoditas, sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham ANTM.
Secara keseluruhan, fenomena asing ramai-ramai koleksi saham ANTM menunjukkan bahwa investor asing masih memiliki minat yang besar untuk membeli saham di Indonesia. Bagi investor domestik, hal ini harus diwaspadai dan dipertimbangkan secara ketat.
Asing ramai-ramai koleksi saham ANTM, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih sebesar Rp 771 miliar