Gagal Menggapai Gelar 'Piala Super' : Analisis Perlawanan Lens vs PSG 2026
Berita terbaru dari kompetisi Piala Super Perancis 2026: Lens vs PSG berakhir dengan skor 1-0....
Birmingham | Kejutan terjadi di babak pertama All England 2026 dengan tumbangnya beberapa pemain unggulan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kalahnya Shi Yu Qi, pemain tunggal putra China dan unggulan pertama, dari Lakshya Sen, pemain tunggal putra India.
Pertarungan antara Shi dan Lakshya berlangsung seru dengan skor 3-1 dalam jumlah gim. Shi mengakui bahwa ia tidak dalam kondisi terbaik karena cedera punggung dan pergelangan tangan yang tidak nyaman.
Bukan hanya Shi, beberapa pemain unggulan lainnya juga tumbang di babak pertama. Di antaranya adalah Anders Antonsen, pemain tunggal putra Denmark, yang kalah dari Koki Watanabe, dan Alex Lanier, pemain tunggal putri Prancis, yang kalah dari Victor Lai, pemain tunggal putra Kanada.
Tumbangnya pemain unggulan ini menunjukkan bahwa persaingan di All England 2026 sangat ketat. Hal ini juga memungkinkan pemain-pemain lain untuk menanggapai kejutan.
"All England adalah salah satu turnamen yang menjadi target saya. Event yang besar dengan poinnya pun juga cukup besar," ujar Jonatan Christie, pemain tunggal putra Indonesia, mengenai tujuannya di All England 2026.
Di sisi lain, pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, juga tumbang di babak pertama.
"Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, ya, inilah maksudnya big event. Pressure-nya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah," papar Jonatan Christie.
Dengan kejutan-kejutan tersebut, perhatian semua pihak terhadap All England 2026 semakin meningkat. Siapa saja yang akan berhasil mencapai gelar juara? Ayo, simak terus updatenya di Djarum Badminton!
All England 2026 membawa kejutan di babak pertama dengan tumbangnya pemain unggulan. Berikut ulasan terbaru dari Djarum Badminton.