Cinema XXI Mencapai Titik Puncak dalam Menggunakan Dana IPO Rp217 Triliun
Cinema XXI Mencapai Titik Puncak dalam Menggunakan Dana IPO Rp217 Triliun
Penelitian yang dilakukan oleh Reuters menemukan bahwa model AI OpenAI dan Anthropic digunakan untuk melatih sistem militer China. Penelitian ini menemukan bahwa beberapa makalah akademis dan dokumen paten menunjukkan bahwa model AI tersebut digunakan untuk melatih sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh institusi-institusi yang berhubungan dengan militer China.
Model AI yang digunakan adalah model distillation atau penyulingan model, yang memungkinkan pengembang AI memanfaatkan jawaban atau keluaran dari model yang lebih canggih sebagai bahan pelatihan untuk membangun model baru yang lebih kecil, lebih murah, dan dapat dijalankan secara mandiri.
Penelitian ini menemukan bahwa beberapa dokumen menunjukkan bahwa penggunaan model AI tersebut tidak hanya terbatas pada makalah akademis, tetapi juga telah digunakan dalam penelitian pertahanan. Salah satu contoh adalah penelitian yang dilakukan oleh National University of Defense Technology (NUDT) pada 2024, yang membahas penyederhanaan model pemrosesan gambar agar dapat dijalankan pada kendaraan udara nirawak atau drone.
Penelitian ini menimbulkan perdebatan tentang efektivitasnya dalam melatih sistem militer China. Meskipun beberapa dokumen menunjukkan bahwa penggunaan model AI tersebut telah digunakan dalam penelitian pertahanan, belum ada bukti publik yang menunjukkan bahwa sistem AI tersebut telah digunakan secara aktif dalam operasi militer China.
Analisis ini menunjukkan bahwa persaingan AI global kini tidak hanya berkaitan dengan perebutan chip dan pusat data, tetapi juga menyangkut bagaimana kemampuan model AI mutakhir dapat ditransfer, ditiru, dan dimanfaatkan untuk kepentingan strategis oleh berbagai negara.
Kehadiran model AI hasil distillation juga menimbulkan perdebatan tentang keamanan dan integritas sistem AI. Meskipun model hasil distillation berpotensi kehilangan berbagai mekanisme keamanan yang dirancang pada model aslinya, namun model tersebut masih dapat digunakan untuk melatih sistem AI yang lebih kecil dan lebih murah.
Pemberlakuan embargo ekspor chip dan GPU oleh Amerika Serikat tidak cukup untuk menghambat perkembangan AI di China. Model AI hasil distillation dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan akses ke API publik atau keluaran model AI yang tersedia.
Salah satu contoh penggunaan model AI hasil distillation adalah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di North University of China, yang menggunakan model Claude 3 Haiku milik Anthropic untuk menghasilkan data sintetis dalam pengembangan sistem klasifikasi teks dan pemantauan konten.
Kehadiran model AI hasil distillation juga menimbulkan perdebatan tentang hak kekayaan intelektual. Banyak yang melihat bahwa pemberian akses ke model AI hasil distillation sebagai bentuk pelanggaran hak kekayaan intelektual, karena model tersebut masih dapat digunakan untuk melatih sistem AI yang lebih kecil dan lebih murah.
Banyak yang berpendapat bahwa model AI hasil distillation dapat digunakan sebagai sarana untuk membangun sistem AI yang lebih kecil dan lebih murah, namun tidak sedikit pula yang khawatir tentang keamanan dan integritas sistem AI yang menggunakan model hasil distillation. Salah satu contoh penggunaan model AI hasil distillation yang paling kontroversial adalah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di PLA Unit 96941, yang menggunakan GPT-3.5 milik OpenAI untuk membantu merangkum kode sumber militer.
Kehadiran model AI hasil distillation juga menimbulkan perdebatan tentang peran AI dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Model AI hasil distillation dapat digunakan untuk mempercepat proses pelatihan, namun tidak sedikit pula yang khawatir bahwa model tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada tingkat yang berlebihan.
Penelitian menemukan bahwa model AI OpenAI dan Anthropic digunakan untuk melatih sistem militer China